(pict by Pinterest)

“ hi, I am Naury, nice to meet you too“
Begitulah kira-kira yang aku ucapkan setelah berkenalan dengan Fachri. Menurutku dia adalah murid yang paling aneh. Bagaimana tidak aneh. Dia selalu melakukan hal-hal diluar dugaan dan itu hanya berlaku kepadaku saja. Semisal ini ya. Pada saat masuk sekolah baru. Fachri  mengajakku berkenalan lalu Fachri memberiku sebuah Al-Qur’an. Aneh bukan? Adakah diantara kalian yang mengalami hal yang sama seperti ini? Sampai aku heran. Seperti mau akad nikah, kan ya
Setelah sholat isya aku menceritakan hal ini ke umiku.

“ mi, liat deh, aku dapat Al-Qur’an dari Fachri “ ucapku dengan sungguh-sungguh gitu.

Padahal aku memberi tahu ke umi, tapi wajahku tidak bisa menyembunyikan rasa herannya aku. Aku sedikit kagum tapi aku juga sedikit tersindir. Apa karena penampilanku?

“ really? Wow. Dia laki-laki idaman para santri. “ perkataan umi barusan, merubah semua asumsiku. Merubah total mindsetku tentang fachri.dan kamu tahu Fachri? Umi berkata seperti itu sambil mengekspresikan betapa kagumnya beliau kepadamu.

“ Naury kenapa begitu ekspresinya nak? Umi dulu bahagiaaaaa sekali saat abah kamu memberikan maharnya, sebuah al-qur’an dan hafalan beliau surat Ar-Rahman. Sweet kan ya abah?? “ ucap umi yang suaranya tiba-tiba dipelankan dan aku tahu, mata umi langsung berkaca-kaca setelahnya.

“ Naury hanya berburuk sangka mi, pada fachri. Naury takut Fachri mengira Naury adalah gadis yang nakal dan urakan, maka dari itu, diberilah Naury sebuah Al-Qur’an. Gitu ” ucapku pun ikut lirih.
Aku tidak ingin menanggapi air mata umi yang tiba-tiba sekian banyak menetes di pipi. Tidak, bukan berarti aku tidak peduli, tetapi, aku sudah tahu. Jika aku menanggapinya umi akan semakin terluka karena tidak ada hal yang patut diungkit di permasalahan perpisahan yang begitu memilukan. Ya, abah dan umi berpisah saat aku masih TK.

“ mendengar fachri memberimu sebuah Al-Qur’an itu tandanya Fachri peduli sama kamu, Naury. Lihat saja.. dia memberi Al-quran itu bukan untuk Cuma-Cuma, fachri peduli dengan kamu di dunia ini sekarang dan di akhirat kelak “ umi barusan mengucapkan hal-hal diluar dugaanku.
“ apa maksud umi, fachri mempunyai perasaan kepadaku hingga fachri peduli ? “

 Aku tidak menyangka pembahahasan tentang Fachri akan sejauh ini. Aku belum mempunyai perasaan sedikit pun ke Fachri. Hanya sebatas kagum dan heran.
“ anakku yang manis dan masih belum mengerti tentang cinta ini, kamu ini lucu sayang, sudah ya tidur. Besok tanyakan saja langsung kepada fachri “ ucap umi sambil bangun dari tempat duduknya,

“ what!!! Yang benar saja mi, setiap aku bertemu dengannya jantungku selalu berdetak kencang. Kayak mau jatuh. Naury akan menjauhi Fachri. “

“ loh kenapa dijauhi nak? Hehehehe “ umi menaburkan gula ke teh yang sekarang sudah siap diseduh sambil tertawa mendengar bahwa aku akan menjauhi Fachri.
Ya, meja makan adalah tempat yang paling bisa diandalkan untuk cerita-cerita kepada umi. Hobi umi adalah memasak dan membuat kue. Lihat saja, dapur ini seperti kafe. Banyak quote-quote tentang makanan yang dijadikan wallpaper. Penataannya pun rapi dan minimalis.

“ ya karena jantungku berdetak kencang mi “ ucapku sambil menyeduh teh yang diberikan umi kepadaku.

“ mi tehnya aku bawa ke kamar ya, ada PR yang harus dikumpulkan besok, ternyata sudah jam 9 ya mi membicarakan tentang Fachri saja. “ ucapku kemudian. Entah kenapa membicarakannya saja aku senang. Apakah ini cinta? Aku belum pernah merasakan rasa yang seperti ini. aku berjalan ke kamarku, aku nyalakan lampu belajar dan laptopku. Aku mau nugas hehehehe. Oh tidak. Aku tidak nugas. Aku masih penasaran sama Fachri. Dia itu siapa sih dan dia punya hak apa bisa-bisanya masuk ke dalam pikiranku. Aku mau nugas ni. Ah aku mau telpon Denisa deh.
Eh tidak jadi. (Hmm aku ini kenapa yaaaa). Aku membuka akun Facebook-ku yang sudah usang aku biarkan sejak 3 tahun yang lalu.

“ OH MY GOD. BAGAIMANA BISA 999++ PERMINTAAN TEMAN BARU “

(haruskah aku terima semua)

Tunggu, salah satunya. Fachri Ramadhan. Apakah ini akun Fachri?
Aku membuka dinding Facebook-nya. Benar sekali ini foto Fachri. Fachri yang sedang menikmati liburannya di pantai. What? Ini di Maldives. Wow
Aku melihat foto-fotonya Fachri. Dia benar-benar traveler addict. Tunggu aku akan liat biodatanya.

Aku mengambil bulpoinku dan buku diaryku.


Fachri yang memberiku Al-quran di tahun 2016.

Fachri Ramadhan, Fachri alumni di Madrasatul Qur’an Tebuireng. What?? Fachri seorang tahfidz. Fachri lahir pada tanggal 24 Agustus 1997. Hobi dia memasak dan membaca. Fachri juga seorang traveler. Tingggi badan sekitar 178cm dan berat badan sekitar 55kg. kulit Fachri berwarna putih yang mau jadi coklat karena suka travelling. Musik kesukaan Fachri adalah semua genre musik yang bisa di cover olehnya. Ya, selain itu dia pernah menang lomba Qari’ se- Jawa Timur. Isi beranda Facebooknya kebanyakan foto-foto dia travelling dan cover lagu-lagu. Tidak ada status alay. Dia juga aktif membalas komentar di facebooknya. Buku kesukaan dia adalah buku-buku romace yang latar belakangnya pesantren. Karena di facebooknya ia juga sering mereview buku-buku novel dari Ma’mun Affany.

Sudah hanya itu yang bisa aku tuliskan tentang Fachri dari informasi di Facebooknya. Kenapa aku masih penasaran ya? Sebenarnya ini aku melakukan apa? Oh, tugas akuuuu.
Sebagai murid pindahan aku tidak boleh lengah dalam urusan jaga Image, aku harus bisa menjadi lebih baik dari semua orang baru disini. Karena saat inilah waktuku untuk membuktikan ke umi bahwa aku lebih nyaman disini. Daripada sekolahku yang dulu, Ya, emm aku murid pindahan dari Gontor. Lalu aku pindah ke Man 1 Jombang. Saat di Gontor aku menjadi salah satu santri di pondok Modern Darrusasalam Gontor Putri. Tapi aku memutuskan untuk tidak lanjut pada saat naik kelas 2. Aku kembali menjadi kelas 1 disini. Meskipun mengulang umurku masih rata dengan murid-murid yang lainnya. Karena di SMP aku mengikuti program Excel Class. Dasar kamu Fachri, karena kamu aku tidur larut malam. 22.47 Pm aku baru bisa tidur setelah mengerjakan tugasku.

Perjalanan kali ini aku fokuskan kepada matahari yang baru saja terbit. Aku memutuskan mengunjungi sebuah tempat dimana aku bisa melihat matahari terbit secara utuh.
Tempat itu berada di lautan pasir gunung bromo. Jam 3 pagi aku berangkat dari rumah singgahku. Aku terbiasa berangkat sendiri, tapi kali ini kebiasaanku terpatahkan oleh keberadaan sepupuku.
Lily, dia sedang mengalami masa transisinya dari siswa SMA tersongong menjadi calon mahasiswi cupu di Univ pilihannya. Dia sendiri yang bilang padaku.

“ kak kayaknya aku bakal jadi mahasiswa cupu deh “ dia bilangnya sambil menopang dagunya yang sebenernya tidak berat.
Langsung aku menjawabnya gini “ kenapa? Kenapa cupu? “ ya kepo dong, kepo banget aku sama alasannya.

“ emm alasannya nanti aja ya kalo udah di puncak “ jawab dia gitu sambil membuka jendela pintu mobil.

“ kita gak akan ke puncak, kakak cuma mampu nyetir ini mobil sampai pertigaan Nongkojejer aja kayaknya “ aku menjawabnya dengan sedikit kurang yakin, bismillah insyaallah.
Deg..
Angin ini..
Meskipun AC mobil sudah menyala, aku masih merasa sesak. Tetapi, ketika Lily membuka jendela itu, angin pagi ini menyeruak masuk hingga ke pori-pori kulitku.
Dalam pikiranku, batinku bahkan fisikku. Aku merasa sangat sangat lega.
Disinilah aku berhenti untuk menunggu jemputan backpacker. Di pertigaan menuju ke Nongkojajar. Jalur ke Bromo yang paling aman untuk dilintasi oleh pemula.

Sudah kuduga, Bromo sudah didekat pandangan mataku. Aku yakin itu.
Aku lihat Lily tertidur lagi. Aku biarkan ia tidur agar ia bisa pulang sehat wal afiat dari Bromo.
Sebelum kita berangkat ibu Lily berpesan kepadaku untuk menjaga Lily dan membawanya pulang dengan aman.

Nah inilah alasanku aku lebih suka berpergian sendirian. Tujuanku pergi adalah untuk membuang semua beban yang ada di hidupku lalu membiarkannya pergi dibawa angin.

Disaat saat itulah hal yang paling membahagiakan dalam drama hidupku.

“ Ly, Bangun “ Panggilku

“ Lily, bangun cuy. Kita harus naik mobil sewaan “ panggilku lebih keras.

“ apaan mobil sewaan “ gerutu dia.

“ What is it!!! It is so dark. Kak kita dimana? “ tanya dia lagi.

Kini aku sudah ada diluar mobil, siap-siap masuk ke mobil yang aku sewa.

“ buka mata! Astaga “ Ucapku dengan sedikit loudly.
Si Lily ini bercanda atau gimana sih

Aku melihat seorang bapak-bapak tergesa-gesa menghampiriku, beliau segera memindahkan mobilku ke tempat parkir yang terpercaya. Sedangkan aku dan Lily menunggunya sambil beristirahat sejenak di depan Indomaret.

“ kak kakak tidak beli apa gitu? “ tanya Lily kepadaku

“ aaah adek aku ngode ya? “ jawabku menggodanya

“ mbak Karina ya? “
Lalu muncullah seorang bapak-bapak yang tadi, kali ini beliau mempersilahkan kita untuk membawa mobil gunungnya.

“ mohon maaf sebelumnya, apakah bapak bisa mengendarainya untuk kami? “ pintaku

“ dengan senang hati “ jawab bapak itu sambil membukakan pintu mobil.

Bersambung..