Dokumen Pribadi


Terkadang refreshing sangat dibutuhkan saat kegiatan dan tugas-tugas kuliah sangat padat..
Terkadang jenuh tiba-tiba datang pada saat hidup ini terasaa monoton..
Gitu-gitu ajaaaa
- bangun tidur
- kuliah
- rapat
- nugas
- nulis
- tidur lagi 
- bangun lagi kalo diijinkan oleh Allah SWT

Sekitar 2 bulan yang lalu, aku mengalami suatu hal yang sangat mengganggu. orang- orang menyebutnya " kebosanan "

Kenapa aku bilang " kebosanan " itu mengganggu??
Yaa gituu.. 
Semua yang aku lakukan tidak maksimal..
Suatu hari, aku curhat ke seseorang..
Aku curahkan semua keluh dan kesahku..
Hingga akhirnya, aku diajak oleh dia ke Bromo. Ya, Gunung dengan ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut dan berada dalam 4 wilayah kabupaten ini benar-benar membuat seolah-olah aku hidup kembali, aku datang kembali ke dunia dengan diriku yang baru, diriku yang mendapatkan banyak inspirasi.. like renew my self .

Aku berangkat dari Jombang jam 11 malam, sampai di penanjakan Nongko jejer sekitar jam set  3 malam. Setelah sampai di Nongko Jejer aku dan seseorang itu menemui berbagai macam jalan yang menanjaaaak..
Sangat menanjak...
Sampai disana aku harus mengantri untuk mendapatkan tiket masuk ke kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Disana aku mendapati sebuah perkampungan yang dimana orang-orangnya semua memakai sarung. Mereka mempunyai nama sendiri ternyata, Yaaa. Suku Tengger..

Mereka adalah suku tengger yang sudah ada sejak lama, Suku tengger menyebut Gunung Bromo sebagai Gunung Brahma. Setiap setahun sekali suku tengger mengadaka upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Aku menyanyangkan diriku yang kesana ketika Upacara itu sudah selesai dilaksanakan 1 bulan yang lalu. 

Dengan berangkat ke Bromo, Aku menemukan diriku yang fresssssh.. like a still fresh from the oven:)) 

#tantanganODOP #ODOPbatch6

~~~~~
Ayam jantan berkokok bagaikan membangunkan orang dari tidurnya selama 100 hari, lampu-lampu yang berwarna putih bahkan neon sudah mulai menampakkan cahaya masing-masing dari atas rumah yang berpenghuni, 

Jalanan yang hampir mati kini telah dihidupkan kembali oleh mesin-mesin berjalan dengan suara klaksonnya jika ada orang yang buru-buru menyeberang tanpa melihat kanan dan kiri jalan begitu setia menemani perjalanan orang-orang yang akan bekerja, 

Berjualan di pasar rela bangun pagi-pagi bahkan belum menyentuh pagi masih dini hari namun mereka rela demi memenuhi kebutuhan hidupnya, 

Dinginnya pagi mulai berlarian karena takut dengan hangatnya sinar matahari dari ufuk timur dan kegelapan pun musnah digantikan dengan warna kuning dilapisi embun yang menghangatkan suasana.

Samar-samar terlihat rumah bercat putih dengan pintu terbuat dari kayu jati yang telah dilapisi oleh hiasan berwarna putih dan jendela yang tertutup oleh kaca berbentuk trapesium dengan tirai berwarna merah muda berpadu dengan hitam manis ditambah dengan taman bermacam-macam bunga yang sedang bermekaran membuat orang-orang yang melihatnya meskipun dari gerbang merasa ingin memiliki rumah klasik itu. 

Yeah~ rumah yang kokoh dengan penghuni yang kokoh juga imannya.

“ Ayah, aku berangkat sama kak Andi aja yah “ 
Terdengar suara gadis diseberang dalam rumah itu, orang yang mendengarnya hanya tersenyum geli dan bergelayut dengan embun yang dinikmatinya saat jogging

Tak ada kata yang indah selain ucapan dari Andini dan tak ada yang menggelikan selain manjanya Andini, menjadi anak gadis satu-satunya yang dimiliki orang tua dan bersaudara satu laki-laki memang menjadi jurus andalan untuk Andini bermain-main dengan ayunan manjanya

Rambut panjang yang selalu tertutupi jilbab dan baju muslimah yang selalu dikenakan andini menjadikan gadis usia 17th ini menjadi lebih anggun dan menawan apalagi dengan lesung di pipinya dan kecerdasannya dalam berkata-kata, bagaikan manusia sempurna, itulah isi fikiran Andi ketika memandangi rumah kokoh itu.

~~~~

“ Hei siapa disana ? “ 

Aku terperanjat dari teras rumah yang tadinya duduk membenahi tali sepatu yang lepas dan sekarang sepatu yang talinya lepas sudah siap ditangannya.

Siap untuk menjadi sarapannya orang yang diam-diam mengintip rumahku yang tanpa satpam ini.

“ Maaf Andini, ini aku berpijak hanya untuk menyapamu di pagi hari dan memastikan senyum itu masih ada “

Firman menampakkan senyumnya yang manis sekali. ~menurutku
Rumah yang hanya berjarak sekitar 1 km dan hanya berbatasan dengan sungai dan jalanan yang penuh dengan keramaian, dan udara pagi bersama mekarnya bunga-bunga dalam halaman rumah menambahkan suasana romantis antara Firman dan aku yang berbekas kenangan yang mungkin takkan pupus dan rapuh dimakan waktu.

“ Firman, kau memang suka mengagetkanku, apa hanya ingin menyapaku saja? “

Aku duduk untuk membenahi tali sepatuku lagi dan tak lupa selalu memasang senyum.
Yah.. untuk siapa lagi ya untuk firman seorang.

“ Lantas untuk siapa aku kesini jika bukan hanya untukmu Andini ? “

Firman mendekat  dan duduk di depanku, aku sedang duduk di teras rumah jelas posisiku lebih tinggi dari pijakan Firman dan Firman hanya berpijak di vaping halaman rumah, semakin romantis saja. 

~wah aku ingin terbang

“ Bagaikan keju dan coklat yang menjadi pelengkap di dalam sandwich,  hehe Adinda kejunya Firman coklatnya dan aku rotinya, yang artinya hidupku semakin lengkap karena ada kalian“

Kak Andi langsung membuyarkan pandangan-pandangan Firman tentang masa depannya bersama Andini

“ Mas Andi ? “

Firman langsung berdiri dan menyalami kak Andi yang sudah 2th menjadi guru sastra di masa SMA.

Sekarang mas Andi sudah kuliah dan Firman masih ada dibangku SMA kelas 12 IPA-1, begitu terlihat rindunya Firman kepada kak Andi ketika menyalaminya dengan tulus tapi kak Andi tidak menerima ciuman tangan dari Firman malah ikut menunduk dan 
“ berggg “  Jidat mereka bertabrakan. WKWKWKKW

“ auw Firman semangat banget kau bertemu denganku “

kak Andi langsung saja melepasakan jabatan tangan firman dan langsung mengusap jidatnya yang terbentur jidat Firman yang bagaikan tembok.

“ Maaf mas, sudah lama tak jumpa “

Akhirnya Firman juga tak bisa menutupi rasa sakit di jidatnya dan mengusapnya dengan kedua tangannya.

“ Inilah jawaban dari pentanyaanmu Firman “ 

aku tertawa kekeh.

“ Kamu bertanya apa pada adikku Adindaku ?”

kak Andi hanya bisa mengerutkan dahinya.

“ Saya bertanya pada Andini disini dengan siapa saya menyapa orang lain selain andini “ 

Jawab firman polos dan sopan ditambah jujur.

“ Hahaha “

Ditambah kak Andi yang sekarang sudut di bibirnya sudah berganti posisi di atas.

“ Astaghfirullah sudah ayo berangkat kak. aku ntar telat pergi kesekolah “ 

Aku sengaja seolah-olah menyeka pembicaraan antara Kak Andi dengan Firman pagi itu padahal jam masih menunjukkan jam 6 dan sekolahku masuk pada jam 7.15.

“ Adindaku ternyata rajin juga sekolahnya, kau jangan bahagia dulu Firman melihat rajinnya Adinda karena hanya ada 2 pilihan yaitu pertama, Adinda pergi ke sekolah jam segini karena rajin dan kedua karena dia membantu OB disekolah karena dihukum hahaha “

kak Andi pun tertawa keras, dengan berjalan gontai ke garasi untuk memanaskan mobil.

krik.. krik..

Hanya tertinggal Firman dan aku yang mengamati kak Andi.
Kita tidak mengerti apa maksudnya memang kak Andi adalah seseorang yang aneh di dunia ini.

Oh tidak dia itu manusia Saturnus yang lucu tapi ngga lucu dan yang benar dia sangat jenius.

“ apa ada yang salah ? “

Mungkin saking jeniusnya kak Andi peka akan apa yang terjadi dipikiranku dan firman yang berasumsi “ kak Andi ngga jelas “

“Tenang saja aku masih normal“ timpal kak Andi lagi sambil mengisyaratkan oke dengan ibu jari dan jari telunjuknya, dan berlalu begitu saja,

“ Kedua pilihan itu tidak ada yang benar, yang benar adalah Andini sedang malu ketika aku bercerita ke mas Andi apa yang aku tanyakan, bukan begitu Andini ? “ 

Firman pun membenarkan suasana dan mengakhirinya dengan senyuman.

“ Firman “ 

aku hanya bisa mengangguk dan ngga berani menatap Firman lagi.

Hening…


Malam begitu cepat berlalu mungkin karena aku terlalu menikmati suasana malam pada hari itu dan hari itu adalah tanggal 16 bulan Februari, tersirat indah dalam kalimat kakak yang isinya begini.

” Andaikan hari-hari bisa di pending ataupun di pause, akan aku lakukan hal konyol seperti itu demi Adinda yang semakin jauh di seberang jalan”

itulah yang diucapkan kakak ketika ditengah-tengah kecapan makan malamnya, sebenarnya kakak memang lebih berbakat dalam hal bahasa hanya saja karena waktu SMA kakak ambil jurusan Sains jadi minim hasilnya jika kakak ikut SBMPTN dijurusan bahasa so, kakak ambil kedokteran dikuliahnya, 
Setelah itu, selesai makan aku langsung menuju kamar

 Andaikan aku bisa jadi kakak yang akan menjadi dokter,

 Haish~ sudahlah aku harus punya jalan sendiri yang harus beda dan multitalent
Ngelamunin soal masa depan aku teringat akan sosok yang hangat, Firman,

Dia sekarang lagi ngapain ?

Biarlah, aku belum punya 100% hak untuk mengetahui apapun yang Firman lakuin dan Firman fikirkan, tanganku reflex ambil buku berwarna pink, aku akan belajar dan akan benar-benar study hard untuk masa depanku yang cerah, 

Aku buka halaman 45 yang diatasnya tertulis “tenses” 

Aku pahami begitu mendetaail tentang materi yang disediakan tetapi terlihat benang-benang yang rumit di dalam fikiranku sehingga sulit untuk masuk ke memori dalam otakku yang tidak sebesar kepalaku tentang “stative verbs” didalemnya terdapat sensory perception, mental perception, emotion, etc. 

Karena belum begitu paham aku coba buat ngerjain soal-soal sampai pada titik ujung soal aku selesaikan soal yang terakhir ..

142. “ exams will start in a week”
        “I know, ………. All next weekend”
a.     Will be studying
b.    Study
c.     Studied
d. Have studied

e.     Will have been studying

Karena disitu ada “ all next weekend” maka aku langsung jawab E karena sesuai dengan future perfect continous tense, akhirnya mataku pun ngga sanggup lagi buat mahami materi selanjutnya tanpa pikir panjang aku bersandar di meja dan menidurkan kepalaku,

Baru saja aku meletakkan kepalaku di meja aku mendengar pintu kamarku diketuk oleh seseorang dan terdengar suara kakak nyaring.

“ Adinda udah tidur? “

“ Belum kak, habis belajar” 

aku menjawab sambil jawab gontai dan membuka pintu kamarku.

Setelah pintuku sudah terbuka kakakku masuk dan meletakkan notebooknya disisi ranjang kamarku,

“ Kakak tumben hari ini terlihat free, ngga ada tugas ya kak? “

Pertanyaanku pun terdengar kepo

“ Jiwa kakak free tapi hati kakak terasa sesak banyak isinya” 

Kakak menjawab pertanyaanku dengan bahasa yang ngga aku mengerti

“ Maksud dari kata-kata itu kak?”

“ Adinda, kamu juga ngga jauh dari usia kakak, kan?  Kamu harusnya cepat menangkap dan peka “ 

Kakakku gregetan karena aku ngga paham- paham. wkwkw~

“ Maaf kakak, “ begitu polosnya aku minta maaf dan ngga ngerti letak sisi kesalahan dari kata-kataku.

“ Kakak dilema akan apa yang difikirkan oleh kaum hawa din, setiap kakak menjalin hubungan dengan seseorang gadis, gadis itu selalu ingin menghancurkan kakak dan menghilangkan reputasi kakak”

YaAllah, Engga salah kalau kakak sampai gregetan ketika aku engga paham dengan soal yang identik dengan keremajaan, memang aku kebanyakan rasionalistis.


 “ Andini, kamu lagi ngapain dikamar ? udah selesai shalat kan? “

Tiba-tiba ibuku memanggilku ketika aku sedang melamun dalam doaku dan aku menjawabnya dengan lembut.

“ Iya Ibu, Andini barusan shalat, ini masih memakai mukenah”
aku menjawabnya sambil melepas mukenah pink ku.

“ Setelah shalat langsung makan malam ya bareng sama keluarga “

Suara ibuku terdengar semangat dan terbenak dipikiranku

sama keluarga ? ayah sama kakak sudah pulang?

Daripada aku semakin penasaran aku langsung keluar ke kamar dan mengabaikan mukenahku yang masih tergeletak di kasur. Dan ternyata…

"Ayahhhh, Ibu ngga bilang-bilang kalau ayah udah pulang, begini kan aku jadi belum pesen oleh-oleh “ gerutuku.

Aku memeluk Ayahku, aku sangat merindunya.

Meja makan bundar yang diatasnya terdiri dari beberapa macam makanan yang menurutku ngga biasa dan kursi yang berwarna coklat menjadi saksi akan sangat rindunya aku kepada ayahku yang sudah berminggu-minggu pergi keluar kota untuk memenuhi tugas dari kantor dan kakakku memang sudah sering keluar dari rumah karena kuliah kakak ada di Jogja, aku sangat menyanyangi keluargaku.

“ Adinda adikku “

Lembut tapi menggelikan, kakak memang punya ciri khas untuk memanggilku, kakak memanggilku dengan sebutan nama pertama dari nama lengkapku yaitu Adinda Andini, 

Sedangkan aku memanggil kakak dengan panggilan biasa kakak yaitu kak Andi, kakakku punya tahilalat 2 di dahinya dan 1 di tangannya, kakak punya hidung yang mancung dan matanya yang sipit membuat kakak seperti artis yang dipanggul Justin Bieber, ditambah dengan warna kulitnya kakak yang putih tapi gaya rambut kakak sering seperti rambutnya orang ABRI jadi ketampanannya kakak seperti menjadi keahlian tersembunyi, 

Mungkin hanya orang-orang yang mencintainya dengan tulus seperti aku adikknya yang tau bahwa kakak adalah laki-laki tampan, andaikan aku bukan adikknya mungkin sudah aku ikat sama tali raffia agar kakak ngga bisa dimiliki oleh orang lain,


~eitss kakak adalah kakak kandungku so, engga mungkin.

 “ Adinda” panggil kakakku

“ eh iya kak ada apa? “ aku baru sadar aku habis bengong

“ jawab dong Din, masa kakak curhat gini ngga kamu respon “ protes kakak

“ hmm, maksutnya dari menghancurkan kakak apa kak” tanyaku lagi

“ nah gini Din, dia itu ingin kakak selalu ada untuknya, dia juga ingin hal-hal yang menurut kakak kekanak-kanakan, contohnya saja dia belikan kakak baju ini yang sekarang kakak pakai ini, itu sama persis dengan miliknya dia dan jika ada event dia selalu ingin mengenakan baju, dan kamu tau kan din kakak maluu ”

Jawab kakakku penjang lebar dan sangat Percaya Diri

“ kakak aku ngga begitu paham soal pacaran yang aku tau cinta itu indah dan menyenangkan meskipun itu hanya di dalam kalimat puitis kak” jawabku polos

“ Adinda, kakak bangga punya adik seperti Dinda, jangan terlalu ingin tau lebih tentang cinta cukup segitu saja pemahamanmu tentang cinta, dan kamu harus focus  menggali ilmu di pelajaran sekolah, ingat kamu harus jadi Adinda yang membanggakan, yaudah kakak ngga mau lanjutin curhatan kakak lagi dan ganggu konsen kamu belajar “ kakakku meyakinkanku.

“ iya kakak, aku tidur dulu ya “
“ iya Adinda, oyasuminasai “

Jawab kakak sambil jalan keluar dari kamarku



*oyasuminasai : adalah kata pengantar tidur dalam bahasa jepang yang berarti selamat tidur.


Firman
Indah, bagaikan senja di sore hari

Sms Firman barusan masuk dan aku cukup tersanjung membacanya, lalu aku balas

Me :
Bagaikan bunga mawar tersayat dinginnya salju, menggigil dan beku ketika benar-benar jatuh

Entah dari mana asal muasal kalimat itu, aku hanya mengapresiasikan betapa bahagianya aku memiliki kekasih sepintar dan sebaik Firman, aku tau tiada yang sempurna diantara para manusia dan aku yakin salah satu dari manusia pasti ada yang sempurna hanya dimata Allah, lamunanku pun buyar ketika hpku berdering karena balasan sms dari Firman.

Firman
Jangan pernah biarkan mawar itu jatuh, akan selalu aku jaga dengan segenap lantunan doaku dan hanya Ia dan aku yang tau, mencintai adalah hal yang harus dijaga dengan syariat Allah karena mencintai akan menjadi mulia jika 2 insan sampai diujung dengan perahu yang utuh :)
Firman menambah emoticon senyum pada akhir smsnya.

Yaallah sungguh mahabesar kau ciptakan seseorang yang begitu indah dan rasanya aku ingin memilikinya seutuhnya, Firman Adiafinsa begitulah nama lengkapnya, aku ngga sangggup lagi membalas smsnya yeah~ karena terlalu mengagumkan. 

Aku putuskan untuk mengambil wudlu dan membaca al-qur’an sambil menunggu adzan, tenang, syahdu dan terjaga ketika lantunan ayat-ayat suci alqur’an yang aku dendangkan sendiri, memang hanya al-qur’an dan pelukan ibu yang menurutku mampu menyelimuti jalan panjang kehidupanku, 20 menit aku menmbaca al-qur’an, adzan maghrib sudah berkumandang, aku bergegas untuk berdiri dan siap melafadzkan takbir dan seusai shalat aku memohon kepada Allah



“ ia berkata untuk tidak membiarkan mawar itu jatuh dan ia akan menjaganya melewati doa-doanya, ya Allah hamba mohon berikanlah berkah pada cinta yang menghinggapi kami dan jadikanlah sebagai jembatan menuju surgaMu, sesungguhnya cinta ini hanya pelipur lara dan bahan kesenanngan duniawi yang sia-sia jika ternodai oleh tinta hitam “






Aku adalah air
Aku akan menununtunmu dalam badai
Membelaimu dalam ombak
Menyentuhmu dengan hujan
Yang takkan pernah terabaikan olehmu

                                                                                    
Bahkan mataharipun tak mampu memancarkan sinar terlebih olehmu
Sambutan pagi takkan bisa mengubahmu
Mengubahku menjadi yang lebih angkuh
Takkan pernah ku menghianatimu
Jantung ini taruhannya

Bila nafas ini adalah permintaan maaf
Maka ketahuilah
Aku takan pernah bisa bernafas dalam waktu panjang
Kasihmu adalah jantungku
Yang tak tetap bedetak meski dalam lelapku

Ketahuilah,
Perih ini adalah kekuatanku
Untuk tetap mencintaimu
Mungkin hanya fajar yang tahu
Dan mungkin hanya sinar-Nyalah yang abadi
Abadi untuk tetap dalam lubuk ini

Pedih pudar melihatmu bersamanya
Jeritan ini ditahan oleh luka
Luka yang hanya sebesar jantung manusia
Kelak aku akan berdiri diatas samudra
Melihatmu tersenyum dalam pagi
Melihatmu bahagia dengan
Orang yang sangat tidak kuharapkan kehadirannya
Tapi mugkin satu tegasan bagiku
Kau memang tercipta tidak untuk bertahan demiku

Bila esok adalah kesempatan
Aku ingin melihatmu, sekali lagi
Hanya melihat rupa elokmu
Hanya itu,, 
Terlalu serakahkah jati ini ?

Kasih yang terjaga dalam lubuk ini
Akan senantiasa menyertaimu
Walau angkuh yang hanya kau dapat
Mungkin takdir mulai berbicara

Garis bayangmu butet
Melekat indah di mataku
Tak mampu awak memberi nilai terendah
Hanya untuk sekembang senyum bibir tipismu

Terpaksa aku menghianati kecantikan bidadari
Karna paras bidadari tak lebih indah dari lentik matamu
Seorang yang membuat awak berotak lebih dewasa
Yaitu kau butet

Air matamu bersumber dari surga
Putih kulitmu bak susu yang mengalir tak tahu derasnya
Hidung mungil lancip bak pucuk pohon cemara
Bola mata kau bundar indah menatap masa depan cemerlang

Hatinya lembut
Tak ada di dalamnya orang lain
Kecuali Allah dan keluarganya
Dan diri kau sendiri

Sebelum kau memilih dermaga hati
Tuk mengadu perasaan
Sungguh
Allah pencipta keindahan alam semesta


Kemanjaan terpancar dari rona pipimu
Yang merah-merah malu
Kala kau merasa takut
Atau sedang memendam senang

Tapi sebuah kenyataan tak dapat terpungkiri
Tujuan hidupmu hanya untuk Allah   
Bersimpuh lemah di atas selembar sajadah
Mengharap doa dan rahmat

Subhanallah…
Subhanallah…
Subhanallah





Kursi yang pernah aku duduki
Sekarang sudah menjadi rapuh

Pena yang pernah aku pakai
Sekarang telah habis tinta

Kupu-kupu yang indah
Sekarang tinggal sayap keringnya

Kini tinggiku sudah bertambah

Terakhir kali aku kesini, aku tidak bisa meraih ranting pohon mangga..

Sekarang aku bisa mendudukinya..

Karena kursiku sudah keropos

Sedangkan ranting pohon mangganya kuat dan lebar

Akan tetapi,

Kayu pun akan keropos saat waktunya tiba nanti..

Tulisan? Akankah pudar?

Tidak,

Tulisan mempunyai kekuatan untuk berumur panjang..

Hai, para pemburu tulisan..
Jangan menyerah..

Tuhan tidak pernah tidur
Ia selalu mendengar doa - doa kita semuanya..

Pict by pinterest


Pict by pinterest

Kasih..
Lidahku terasa mati rasa ketika kau ada di sampingku..

Tapi kasih..
Jantungku tak bisa berdetak pelan ketika kau tiada disampingku

Kasih..
Harapanku berdawai menyanyikan masa depanku bersamamu

Kasih..
Jiwa dan ragaku sudah terbiasa bersamamu

Kasih..
Terimakasih yang tak terhingga

Kau telah menjaga hati sucimu hanya untukku..

Kasih..
Kalau boleh tau?

Apakah ada kata lain untuk mengapresiasikan rasa syukurku selain terimakasih?

Kasih..
Aku bersyukur sampai sekarang masih bersamamu

Kasih..
Aku tau ada lembaran hitam dibuku ini

Kasih..
Karena kalau lembarannya putih terus, mungkin aku akan kelelahan karena bahagia selalu

Kasih..
Aku tidak takut lembaran hitam

Karena aku yakin kau selalu ada disampingku

Seperti yang pernah kau katakan padaku, duhai kasihku..

Perlu kau ketahui kasih..
Aku telah menampik semua umpatan yang diberikan kepadaku

Umpatan itu tidak mendukung kau untukku..

Tapi kekasih?
Aku menampiknya dengan ulasan lengkungan di atas daguku

Karena kau insan terkasih yang telah aku pilih.

Aku bahagia sampai aku takut sendiri akan kebahagiaan ini..

Aku terlalu bahagia..



Hai wanita :)

Bagaimana pendapat kalian tentang wanita di tahun 2018 ? 

Apakah mereka bebas ?

Kalau menurutku iya. Wanita pada jaman sekarang sangat bebas. 

Seorang wanita memutuskan untuk berhijrah dan berta'aruf kepada seorang lelaki saja. Is it problem? Nope. 

Seorang wanita memutuskan menunggu hidayah untuk berhijrah dan bersenang-senang menikmati masa muda dengan kekayaan orang tuanya. Ada? Ya adaa

Seorang wanita sarjana muda, berkarir tapi belum menikah? Ada ? Adaaa dong

Seorang wanita yang sedang berkuliah, bersekolah, bahkan yang masih ada di pesantren. Ada banyaak.

Jumlah macam-macam wanita semakin bertambah seiring berjalannya waktu dari tahun ke tahun.

Hmm what is it? Apa masalahnya? There is not problem here. Hanya saja aku tertarik dengan tiap-tiap proses yang semakin tahun semakin signifikan perbedaan hasilnya.

Sebenarnya apa ya yang akan aku tuliskan disini? Aku bingung ih:(

Hmm gini dah

Sering gitu lo, aku berkaca pada diriku sendiri. Aku seperti sedang mencari jati diriku di kaca. 

Aku melihat sekumpulan orang yang bergulat dengan lipstik, bedak, blush on dan macam-macamnya.

Dan hasilnyaa..

Aku melihat mereka hanya cantik. Hanya..

Aku rasa. Alangkah baik dan alangkah banyak plus-plusnya apabila mereka cantik sekaligus berprestasi.

Sulit memang untuk mengemban prestasi. Hah? Sulit?

Tidak. Sebenarnya tidak ada yang sulit dalam hidup ini. It is depend on yourself. Bagaimana kamu mengembangkan dirimu, bagaimana kamu mengenyampingkan kemalasanmu yang bersemanyam dalam hidupmu..
Point pentingnya. Bagaimana kamu bertahan dalam istiqomahmu..

Memang untuk menjadi wanita berprestasi itu haruslah banyak berkorban. Mengkorbankan waktu misalnya.

" aduh, aku punya mata panda. Semalam begadang sih nyiapin materi " 

Pernah menyesal begadang karena menuntut ilmu? Aku harap kalian yang baca ini tidak pernah ya:))

Terus lagi..
Mengkorbankan duit:)

Buku juga mahal, tapi pernahkah membandingkan harga maskara dan buku? Samaaaa. Iya harganya sama bahkan bisa jadi lebih mahal maskaranya daripada bukunya.

Sejatinya, wanita tidak bisa memilih untuk menjadi cantik atau berprestasi.

Cantik itu relatif. Aku ulangi lagi..

Cantik itu relatif..

Belum lagi ada semacam inner beuty.

Guys. Aku pernah mengobrol dengan kakak tingkatku, sebelum ketemu dia aku stalking instagramnya, selain feednya yang bagus, captionnya ngenaaaa bangeeet. She is inspire me so much.

Di foto dia cantik guys. Menurutku. Remember, cantik itu relatif..

Terus meet up kan kita, nah disitu aku kaget. Fotonya sesuai tapi dia jerawatan lumayan banyak gitu. Aku usahakan sebisa mungkin untuk tidak menyinggungnya. Sumpah aku berusaha banget menghormatinya. Selain dia kakak kelas ya tidak sopan kan, berpikiran seperti ini aja sudah tidak boleh sebenarnya.

Menit demi menit aku habiskan hanya dengan mengobrol, mengobrol tentang bagaimana kehidupan ini berlangsung. 

Bukan hanya satu pelajaran yang aku dapatkan dari dia tapi banyaaaak sekalii, aku merasa nyaman dengan sifat dia yang good listener, setelah aku mengutarakan pendapatku, she responds me with a lot of her advises. Saat itu jugaa. Aku sadar..

Ini kakak cantik bangeeeet. Her inner beauty is so classy.

Perjalanan dari setelah meet up sampai aku tiba dirumah aku tidak bisa lepas dari kakak itu. Kok bisa ya inner beautynya ngena banget..


Aku berkaca lagi di cermin, sekarang aku bisa merefleksikan diriku, aku bayangin aku lagi melihat diriku sendiri memakai topi toga abis wisuda pascasarjana, aku bayangin diriku lagi duduk sibuk menandatangani buku-bukuku sendiri yang sudah diterbitkan untuk penggemar, aku bayangin diriku lagi duduk di kursi pelaminan bersama lelaki impian, dan terakhir aku bayangin senyuman orang tuaku yang sedang melihatku dari jauh:)))))



Dengan menulis ini, aku menjadi sadar bahwa semua wanita itu cantik, perilaku dan kegiatan kita sehari-hari yang menentukan bagaimana inner beauty kita terbentuk. Hasil akhirnya mari kita serahkan kepada Tuhan YME. 

Karena aku percaya dengan berusaha, hasil tidak akan mampu mengkhianatinya. 

Pict by pinterest.



Kini aku sudah di dalam mobil bersama Aldo. Hmm mobil aldo bersih, wangi kayak orangnya. Eh


Suasana di dalam mobil hening sekali. Aku membatasi tubuuhku untuk tidak bergerak banyak. Aku malu hmm

" Dennisa " panggil dia

" hmm " jawabku singkat

" Kamu kok diam ? " tanya dia

" enggak papa sih " aku menjawabnya sambil menoleh keluar jendela yang sengaja aku buka. Tidak peduli dengan AC mobil yang dinyalakan Aldo.

" serius? kok merah ? " tanya dia lagi

" iya bajuku merah emang " jawabku cepat

" hahaha iya iya " jawab dia

Perjalanan menuju tempat Prom Night lumayan jauh.

Sudah 45 menit aku sama Aldo di perjalanan.

" Dennisa " panggil dia lagi

" hm " jawabku

" ada apa sih. langsung aja ngomong gitu lo " tambahku

" aku sebenarnya tadi malu " jawab dia

Entah mengapa. Sampai detik ini Aldo masih menggunakan bahasa formal denganku.

" malu kenapa? " tanyaku. Aku melihat kearahnya tapi tidak berani melihat kedua matanya.

" tadi " jawab dia

" iiih tadi kapan? " tanyaku tak sabar

" waktu aku mengetuk pintu rumahmu, ternyata yang membuka ayahmu. " jawab dia

hahahahaha. Dalam hati aku tertawa terbahak-bahak

" lagian sih kenapa kamu jemput aku, Pake kerumah lagi " protesku

" hmm semua cewek yang ada di kelas kita, semuanya menginvite aku untuk menjadi pasangannya disaat prom night. Hanya kamu yang enggak " jawabnya santaii

" so what? " tanyaku yang hanya dibalas dengan senyumannya dia. OMG senyum doang udah manis gini.

Setelah 60 menit di jalan akhirnya aku sama Aldo sampai di tujuan.

Kafe society. ***

Waktu prom night hanya tinggal 1 jam saja, terhitung dari Aldo menjemput kerumah sampai tiba di kafe ini hmm 2 jam 20 menit.

" eh Aldo kok sama si cupu sih "

" sok banget tuh anak digandeng Aldo lagi "

" aduh dandannya pangling banget, sok cantik dia ih "

" gaun beli dimana tuh kok keren "

" Aldo kesetanan apa sih kok malah pergi sama tuh anak "

yaaaaah. begini ya rasanya jadi artis ?

ini baru aja menginjakan kaki loh, kalau sudah gini aku harus apa?

Di sekolah aku hanya punya 1 sahabat. Siska. Dia cewek cantik yang super kalem..

" datang ? serius ini kamu Denisa ? " 
yah siapa lagi kalo bukan Siska.

" iya lah ini aku. " jawabku

" udah jangan dengerin hatters " sela Aldo

" iya Den jangan dengerin uh mereka lagi syirik " tambah Siska lagi.

" eh kok bisa dateng bareng sama Aldo, eh kamu belum cerita ya ih kok aku sahabatmu bukan? " bisik Siska lagi/

okeee. Siska sahabat paling kalem aku coret deh kalemnya.

" aku mau pulang aja sis " pintaku

" ih ya ajak Aldo aja sih " jawab dia dan kubalas dengan tatapan tidak percaya.

" Dennisa, ayah kamu udah sampai nih di depan, aku yang menjemput atau kamu? "
tiba-tiba Aldo memegang tanganku sambil berkata gituuuuuu.

Aldo memegang tangankuu.

aku diam

aku masih diam

" Dennisa "  suara ayah terdengar menggelegar seantero kafe.

lalu Ayah high five sama Aldo. ya Ampunn.

HAHAHA HIHIHI WKWKWKW 

Bentar, kok aku merasa Deja Vu. ah iya mereka tertawa lagi seperti tadi di ruang tamu. Ah aku baru sadar ternyata itu Slogan baru mereka. Ya Allah sejak kapan ayah sama Aldo sahabatan. Tolong:((((((

" Ayah ngapain disini, Ya ALLAH. Sudah Om-Om masih aja ya jenakanya " gerutukuu.

To Be Continued..

pict by interest

#tantanganODOPbatch6



 30 detik

45 detik

1 menit

" Denisa, masih dirumahkan? " tanya dia lagi kemudian, setelah 1 menit.

" eh iya masih " 

" engga ikut prom night ya? " tanya dia lagi.

" emm, engga, aku males sih " Jawabku dengan muka Bodoh amat

" kenapa ? " tanya dia lagi.

" ya males ajasih, kenapa emang?" jawabku langsung.
hmm ini ada apa ya? udah 2 menit nih pause drakornya

" ada apa sih cepetan bilang to the point ! " seruku langsung.

FYI, aku lagi nonton drama korea My ID Gangnam Beauty. Gimana engga eman nye-kipnya si Soo A lagi caper2nya ke Kyung suk :v lah kan kesel sendiri akunya.

" ayo ke Prom night. aku jemput, btw aku udah dibawah daritadi. di depan " ucap dia dengan tegas dan beneran C E P A T. 

GUYSS. Aku masih di kamar sambil gulung-gulung di atas kasur akibat baper. Terus tiba-tiba ini baper jadi pindah haluan menjadi Keajaiban dikala senja yang sedikit mendung

ya gimana enggak please! dia kan cowok terganteng di Sekolah. Sedangkan aku? aku hanya sebungkus biji jagung:'

" aku harus apa? " tanyaku dengan wajah datar yang tidak bisa dilihat oleh Aldo.

" kamu siap-siap, aku tunggu dibawah, ini aku sudah ketemu ayah kamu kok " jawab dia.

 " what? sama ayah? " tanyaku.

Tanpa menunggu jawaban dari Aldo, aku mematikan telponnya. Aku bergegas turun dari kasurku dan memutuskan untuk mengintip Ayah yang samar-samar bayangannya terlihat dari atas. Aku menengokkan kepalaku kearah bawah. kalau dari bawah yang terlihat ya hanya kepalaku aja. hayoo merinding ga? 

Sejauh mata memandang. Aku menemukan bayangan Aldo.

" ayah " panggilku

Ayah mencari darimana asal muasal suaraku. Haruskah aku turun? duh malu

aku chat ayah

Dennisa : Ayah, suruh Aldo pergi, Aku gamau yah pergi sama dia.

read.

HAHAHAHA HIHIHI WKWKWKW

kok malah terdengar suara ketawa ketiwi sih. Ya Allah.

Dennisa : Ayah ih. Bales atau Dennisa turun sama babydoll aja nih!!

ting...

Ayah : tidak sopan mengusir tamu dari jauh. Aldo hanya mengajakmu ikut acara prom night, enggak diajak nikah sama Aldo. tenang. Just calm. Jangan lebay ya !

apa? Tolong di garis bawahi " JANGAN LEBAY YA "

ditambah lagi "ENGGAK DIAJAK NIKAH SAMA ALDO"

Dennisa auto gulung-gulung di lantai di sebelah tangga lantai 2. 

pict by pinterest

#tantanganODOPbatch6


Waktu Itu hilang
Melesat bersama ego pemuda
Pencetus lisan berasumsi positif
Melawan perspektif wanita tua
Sayup, hening, semakin menjauh
Antara otak dan hati
            Bakat tak lagi ada
            Hilang bersama angin pelepas pangkat
            Apalagi progresif kaum pemula
            Menyimpang dari norma agama
                        Janji tak lagi beriring
                        Guru berabdi terabaikan
                        Rasa lelah tak lagi menusuk
                        Semangat menggebu disaingi waktu
                        Hanya waktu yang berjalan lambat