“ Aduh pusing, “
“ Judulku nanti gimana ya? “
“ Wah, teman-temanku sudah mengajukan judul “
“ Emang bisaku cuma segini doang “
“ Yah aku mah bisa apa “

Batinku bicara pada jiwaku yang sepertinya sudah menjadi sahabat sejak dilahirkan.
Lemah, satu kata yang berisi lima huruf tapi mematikan jiwaku.

“ Aku harus bagaimana ? “

Masih dengan pertanyaan yang sama. Sambil rebahan otakku sedang on fire. Tapi fisikku rebahan. Gimana dong?

Jam 7 malam, aku memutuskan undur diri dari rebahan. Aku mengendarai sepedaku yang usang tapi masih bisa berfungsi dong. Aku mengikuti arah naluriku, tiba-tiba jiwa hedonku memaksaku untuk belok ke sebuah swalayan, yang berada di Jl. Residen Sudirman No.2A, Tambaksari Surabaya.

“ Beli apa ya? “

“ Ah sumpek di Surabaya terus, aku ingin pergi ke suatu tempat “

Aku membeli perlengkapan untuk perjalananku selanjutnya, karena di kampus sudah tidak ada mata kuliah, hanya urusan skripsi yang belum kelar. Membuatku pusing dan sepertinya aku akan depresi kalau tidak liburan.

Aku membeli perlengkapan toiletries seperti sabun mandi, pasta gigi, sikat gini, cuci muka dan tissue. Enggak lupa aku membeli botol tumbler baru. Ya aku harus ikut berpartisipasi melindungi Bumi dari plastik.

Kemudian aku membeli powerbank baru, ah ini sih beneran hedon namanya. Tapi tidak apa-apa. Demi aku, batinku dan jiwaku yang tidak ingin depresi karena skripsi.

Setelah sampai di rumah. Aku packing semua barang-barangku. Aku tidak membawa banyak barang. Hanya 1 ransel berisikan 4 outfit baju, perlengkapan toiletries dan 1 tas sedang berisikan kamera, PB dan buku-buku yang sudah aku siapkan untuk dibaca selama perjalanan.  

Kini aku sudah ada di kereta api, sebuah notifikasi dari smartphoneku membuat lamunanku ambyar.
“ Ah ternyata bateraiku low bat “

Aku menggunakan kabel charger smartphoneku, aku pakai fasilitas colokan listrik yang ada di kereta, lalu aku lanjutkan dengan membaca buku. Kali ini buku yang aku baca berjudul “ Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat “ yang ditulis oleh Mark Manson.

Selama di perjalanan, aku membaca buku ini. Aku, yang awalnya on fire menjadi sedikit calm down karena buku ini. Bagaimana tidak ya ? di buku ini aku menemukan sebuah pernyataan yang menohok diriku. Tentang bersaing? Ya semua orang memang harus bersaing. Tapi bagaimana kalau bersaing dengan gaya yang sehat dan classy? Tidak menjatuhkan orang lain dan berhasil naik ke tangga teratas tanpa meminjam sepatu orang lain.

Kenapa harus memikirkan pencapaian orang lain kalau sebenarnya aku sendiri bisa mencapai hal yang lebih besar, tidak perlu takut menjadi salah. Siapa tau kesalahan itu tadi menjadi pintu perubahan yang baru dalam hidupku dan tugasku adalah fokus membuka pintu itu.

Sekarang aku berterimakasih pada kesulitan dan kegagalan yang sangat berguna untuk menjadi bekalku kedepannya. Boleh merasa on fire asalkan tubuh tidak menolaknya. Masa otak lagi on fire sedang tubuh ingin rebahan ?

Make it balance and santuy !

Baterai smartphoneku sudah penuh, aku memutuskan untuk memutar lagu, santuy. Ah betapa indahnya bumi ini.

Aku melihat pemandangan yang kereta ini lewati. Indah dan tenang. Melewati 1 stasiun lagi aku tiba di stasiun Tugu Yogyakarta.

Aku menulis beberapa tujuan yang akan aku datangi, di Yogyakarta nanti aku hanya ingin ke Candi Prambanan dan ke Tempoe Gelato.

Hari ke 2. Aku lanjutkan perjalananku dengan menggunakan bus Transjogja. Dari hotel aku berjalan ke halte taman pintar. Setelah menunggu beberapa menit tibalah bus yang akan membawaku ke Candi Prambanan. Sekitar 45 menit dalam Bus. Aku akhirnya tiba di Candi Prambanan.

Di Candi Prambanan. Aku berkenalan dengan banyak orang baru. Aku mengulik-ngulik kisah mereka yang menarik. Hehe

Candi Prambanan sangat besar dan menakjubkan. Aku memutuskan untuk melihat sunset di Candi ini.

“ Semesta, maafkan aku yang selalu mengeluh. “ aku ucapkan pada diriku sendiri dengan normal. Tidak lagi batinku yang berbicara pada jiwaku.

Senja begitu kuat di Candi Prambanan. Seolah-olah memberi tahu bahwa sebagai perempuan aku harus berani memutuskan untuk diriku sendiri, tidak plin-plan dan harus kuat pendirian. Seperti Roro Jonggrang yang dibangunkan candi oleh Bandung Bondowoso. Senja kali ini bukan membuktikan akhir dari kisah mereka, tapi pelajaran yang bisa diambil. Tidak memaksakan kehendak, apalagi memaksakan kehendak pada diri sendiri. Kita harus mencintai diri kita sendiri, agar kita bisa mencintai hal lain dengan rasa cinta itu sendiri. Mencintai cinta.

Sekitar pukul 8 malam, aku masih ada di Bus Transjogja untuk kembali pulang ke hotel. Aku dapati notifikasi dari smartphoneku, yaah baterainya habis lagi. Aku sambungkan kabel chargerku dengan powerbank yang sudah aku beli.

Di perjalanan aku menikmati suasana malam Yogyakarta. Tenang dan penuh cinta. Bus sudah berhenti kembali di halte taman pintar, aku memutuskan untuk jalan-jalan ke titik nol Yogyakarta. Disana aku membeli sate untuk makan malam. Duduk di pinggir jalan sambil menikmati suasana hiruk-pikuk orang-orang yang juga liburan.

“ ke Yogyakarta enak hari ngene iki yo nak “ ucap seorang ibu-ibu yang jual sate. Ia mengaku bernama bu Fatimah.

Enggeh bu, kalau minggu rame, hehe “ jawabku

“ Asli ngendi nak? “ tanyanya lagi.

“ Surabaya bu “ jawabku lagi

“ Oooo Suroboyo. Iyo perlu memang represing nang kene. Suroboyo ra tau sepi “

Sejenak aku terdiam, iya~ yang aku fikirkan bukan kota Surabaya yang ramai. Tapi ambisi yang mengundang orang-orang untuk meramaikan kota metropolitan itu.


 
Jam tangan di pergelangan tanganku sudah menunjukkan pukul 10 malam. Aku percepat langkahku agar sampai di Tempoe Gelato Prawirotaman.


Sekitar pukul 12 malam kurang 15 menit, aku tiba di hotel. Hari ini sangat panjang, banyak hal yang terjadi dan bertemu dengan orang-orang baru membuat pikiranku terbuka dan fresh. Benar memang kata ibu Fatimah, Refreshing itu perlu agar tetap santuy.


#SIAPDIJALAN Supaya Tetap Santuy.

Do Follow :
Ayoomall.com


Instagram :


Tidak disangka oleh Pupu, lelaki itu malah ikut duduk menemani Pupu. Ia memutar-mutarkan ponsel pintarnya. Lalu berkata “ bagi cewek seumuran kamu, tidak bagus jam segini masih diluar “ dia bilang sambil memperlihatkan jam yang menempel ditangannya. Tepat pukul set2 malam. Kaki Pupu terasa mati rasa karena terlalu lama duduk di posisi yang tidak biasa. Ia berusaha berdiri tapi malah terjatuh. Dengan sigap lelaki tadi menangkapnya. Pupu langsung menghindar darinya.
“ Hagyu. Panggil aku Hagyu” lelaki itu mengulurkan tangannya lagi. Kali ini Pupu mencoba untuk menerima uluran tangan itu. Pupu sempat lupa bahwa gaun yang dipakai sekarang ia menandakan bahwa Pupu siap menerima orang baru dalam hidupnya. Tapi masa iya diposisi yang seperti ini? Disaat pupu ditinggal mama dan papa ! kenapa enggak seromantis di novel-novel. Semesta. Ini tidak lucu.
Belum sempat Pupu mengucapkan namanya. Ponsel pintar Pupu berdering, disana ada terlihat kontak Mama memanggil.
“ sayang, pulang sekarang ya. Naik taxi online aja “
Belum sempat Pupu menjawabnya. Telfon sudah dimatikan. Ekspresi saat Pupu mengangkat telfon tadi sangat girang dan berusaha menceritakan kemenangan Pupu. Tapi yang ia dapat malah ketidakpedulian. Pupu membanting ponsel pintarnya. 

Ia berlari dari orang-orang yang bisa melihatnya berlari. Ia ingin dirinya tidak terlihat daripada terlihat tapi tak dipedulikan. Belum sampai keluar dari gerbang gedung. Hagyu berhasil menarik tangan Pupu. Hagyu merasa marah melihat Pupu tidak mematuhi perintah mamanya. Hagyu memaksa Pupu untuk pulang. Hagyu berhasil membawa Pupu ke dalam mobilnya.

“ hei, maaf anda siapa. Tolong jelaskan pada saya kenapa anda membawa saya ke mobil anda ? “ dengan kekuatan yang ada, Pupu memukul Hagyu dengan Pialanya.
“ sakit, astaga. Bisa tidak, anda diam saja dan tunjukkan saya alamat rumah anda ? ” paksa Hagyu.
“ aku tidak ingin pulang “ Pupu dan Hagyu saling menatap.
“ jika anda tidak nyaman, jangan pakai kata aku untuk membuatku nyaman dengan anda, itu akan menjadi tidak adil “  pinta Hagyu.
“ Aku enggak mau pulang “ jawab Pupu lagi.
“ Anda harus pulang “ Hagyu mengambil ponsel pintar Pupu yang sedikit retak karena dibanting. Ia membuka melalui face lock. Tanpa pikir panjang. Ia mengirim nomor mama pupu ke ponsel pintar milik Hagyu.
“ hei anda jangan kurang ajar. Ini privasi saya “ jika menjadi gadis yang kalem tidak membuat Hagyu luluh. Pupu kembail ke private mode hidupnya. Yang sudah bertahun-tahun ia lakukan.
Hagyu tidak menghiraukan semua tingkah Pupu. Ia menelepon mama Pupu. Lama tidak diangkat. Setelah 4x berdering. Barulah ia mendapat balasan suara dari sana.
“ apakah ini dengan keluarga Handini. Mohon maaf atas kesalahan yang telah dilakukan suami saya. Mohon doanya. Semoga suami saya tenang disana “
Hagyu sangat bersyukur Pupu belum mendengar telepon mamanya. Ia belum mengaktifkan tombol speaker di teleponnya. Telepon masih terhubung.
“ nyalain ga speakernya! “ pinta Pupu. Setelah selesai mencakar-cakar Hagyu dengan kukunya yang indah menawan.
“ Pupu sayang, apa disana ada Pupu ? “ tanya mama Pupu.
“ tante, ini teman baru Pupu ingin mengantar Pupu pulang tapi Pupunya tidak memberi ijin. Bolehkah tante memberi saya location rumah Pupu agar saya bisa mengantarkan dia pulang dengan cepat. “
Lokasi kompetisi dengan rumah Pupu lumayan jauh. Membutuhkan sekitar 1 jam lebih untuk menempuh jalan ke rumah Pupu. Pupu sudah terlelap tidur di kursi penumpang. Pupu tidak ingin di kursi depan dengan orang asing. Meskipun Pupu sudah kenalan. Tetap saja Pupu adalah seorang gadis yang tidak bisa berinteraksi baik dengan orang lain.
Hagyu Indre Pagando
Demi tuhan. Tidak pernah terlintas dalam pikiran Hagyu akan bertemu dengan gadis yang hatinya dingin, Pupu. Pemenang lomba piano dan parahnya ini bertepatan dengan waktu dimana papanya harus meninggalkan bumi ini. Pupu yang malang tapi penuh kesan menawan dalam dirinya.
Di perjalanan menuju rumah Pupu, Hagyu mengumpulkan energi untuk menenangkan Pupu nantinya. Kalau bisa Hagyu akan selalu ada menemaninya. Dering telfon memecahkan keheningan perjalanan yang menyelimuti mobil Hagyu.
“ Halo mama. Ma, Hagyu malam ini pergi ke rumah teman. Hagyu harus menenangkan teman Hagyu yang baru saja di tinggal papanya, ma “
Setelah menerima wejangan dari mama hagyu. Hagyu menutup telfon mamanya.
“ Papa? Yang kamu maksud papa aku udah ga ada ? itu papa aku ? “ tanya Pupu pada Hagyu.
“ Pupu, maaf “ jawab Hagyu singkat.
Setelah bertanya. Pupu tidak lagi bergeming. Mungkin Pupu sedang menahan tangis di belakang.
“ Pupu, kita sudah sampai “ Hagyu sangat berhati-hati memapah Pupu ke rumah. Rumah Pupu yang sudah penuh dengan orang-orang berbaju hitam. Bendera hijau sudah dikibarkan di depan gerbang rumah Pupu. Hagyu melihat wajah Pupu dengan hati yang ikut rapuh. Seperti ada lampu yang selalu terang. Namun, dengan tiba-tiba lampu itu padam, diikuti jiwa Pupu yang dingin, kini perlahan-lahan menjadi hangat.
“ tidak, ini tidak mungkin, aku pasti sedang mimpi. “
Tiba-tiba Pupu mencari ranting pohon yang ada di halaman rumahnya. Ia mematahkan ranting itu lalu menggoreskannya ke lengan sebelah kiri.
“ ah sakit “ lirih Pupu. Sambil menutup darahnya yang otomatis mengalir. Pupu langsung berlari menuju dalam rumah, mencari mama namun yang ia temukan malah tubuh papa yang sudah tidak bernyawa.
“ tidak, ini tidak mungkin terjadi “ Pupu mundur. Ia kembali ke halaman rumah. Disana ia menemukan Hagyu yang juga sedang memandangnya.
“ hagyu, papa aku tidak mungkin meninggal “ sambil memegangi lukanya. Ia terduduk lemas. Dari belakang mamanya memeluk Pupu,
“ sayang “ panggil mamanya. Pupu memeluk mama lebih erat.
“ mama. Papa, maaa. Maaa Papa enggak mungkin pergi. Pupu sudah pulang bawakan piala untuknya ma. Ah piala. Pialanya di mobil. “ Pupu histeris lalu lari menuju mobil Hagyu. Ia baru ingat Pialanya tadi pecah untuk pertahanan dirinya karena Hagyu yang mendekati Pupu. Pupu berhenti tepat di depan Hagyu. Ia berkata :
“ apakah kamu datang untuk mengacaukan hidupku? Kenapa kamu harus ada disini sekarang? Kenapa papa pergi meninggalkan aku sekarang? Tidak berhak kah aku untuk membuat papa bangga padaku? Semesta kenapa engkau tega sekali, semesta, Papa bilang kau diciptakan untuk memperindah alam. Tapi aku baru sadar 1 hal. Seindah apapun kamu diciptakan, disana ada senja yang berusaha mengukir akhir dari kebahagiaan. “
Badan Pupu ambruk tepat setelah ia menyelesaikan kata terakhirnya yang sebenarnya sudah tersendat-tersendat. Hagyu membawa Pupu ke kamarnya. Mama Pupu lebih sedih dari anak semata wayangnya yang egois dan manja.

“ hagyu, saya minta maaf atas perlakuan Pupu ya “ pinta Mama pupu.
“ Iya tante, saya mengerti “ jawab Hagyu.
“ Kamu adalah teman pertama Pupu setelah 11 tahun terakhir ini, terimakasih Hagyu “ kata mama Pupu.

Hagyu hanya memangguk. Ia tidak mengerti maksud mama Pupu bagaimana, semakin Hagyu mencoba masuk ke dalam hidup Pupu. Hagyu semakin penasaran dan penasaran.





Hari festival piano.

Pupu memakai gaun warna putih, rambutnya diikat dan tidak lupa mahkota di atas kepalanya. Hari ini penampilan Pupu bak bidadari yang turun dari langit. data-p-id=7a4fdb5d29d846abbe71c84bea9ca47c,Kesepian adalah teman Pupu yang paling setia, sejak dia pindah. Pupu memutuskan untuk Home schooling. Sekolah dirumah treat Pupu menjadi anak yang kurang mahir bersosialisasi. 
Rumus matematika dikuasainya, tapi tidak dengan rumus makhluk sosial. Pupu memilih gaun warna putih untuk memberi clue kepada penonton. Bahwa Pupu sudah berani membuka diri. Bagi Pupu warna putih adalah warna yang paling apa adanya. 
Warna putih mampu mencampurkan diri ke dalam warna-warna lain tanpa takut merusak warna itu sendiri. Bahkan warna putih mampu menerangi warna hitam sekalipun. Untuk Papa, malam ini Pupu akan berusaha 100%.
data-p-id=d868843a355bbae69259b5777ce91956,Jari-jari Pupu sudah bersemayam indah diatas keys piano, ia memulai lagunya dengan senang hati, dengan penuh keyakinan menghibur penonton, ia maksimalkan penampilan malam ini. Untuk Papanya tercinta. 
Penampilan Pupu membawakan lagu River Flows in You milik Yiruma menjadi penampilan paling memukau malam ini. Pupu mendapatkan 4 standing applause sekaligus. Perasaan lega telah menyelimuti tubuh Pupu. Dalam hati Pupu ia ingin sekali memeluk Papa. Tetapi kenapa papa belum datang juga. Astrid turun dari panggung. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri mencari Papa dan Mamanya.

“ apakah Papa sudah pulang? Terus mama kemana? “ tanya Pupu ke salah satu crew yang tadi menemani Pupu.
“ tadi mama mbak Pupu buru-buru pergi. Saya tidak sempat bertanya karena harus memantau penapilan mbak Pupu. Ditunggu sini saja mbak “ ucap crew itu kepada Pupu.
Pupu segera berlari keluar dari hall center. Mungkin mama ada di kamar mandi. Sampai sana Pupu memanggil Mamanya. Nihil. Pupu segera berlari menuju pintu utama. Ia tidak menghiraukan jalan disekitarnya.
“ aw, sakit “ keluh Pupu. Ia terpental mepet ke dinding. Pupu membuka matanya lalu mencari benda yang menabraknya. “ apakah ada benda yang sangat besar sehingga membuatku terpental? “ tanya Pupu.
“ sorry “ ucap seorang lelaki. Ia memiliki mata yang sipit, alis yang tebal, hidung yang mancung dan kulit yang berwarna sawo matang.
“ ah ternyata manusia. “ Pupu menjawabnya, ia menghiraukan uluran tangan yang diberikan oleh sosok lelaki itu.
Pupu berlari sampai pada parkiran mobil mamanya. Nihil. Mobil mama Pupu juga tidak ada. Semesta. Ada apa ini ?
Pengumuman lomba sudah diumumkan, Pupu mendapatkan juara pertama. Ia ditelfon oleh crew lomba untuk segera mengambil hadiah diatas panggung. Lighting panggung yang sangat terang memperlihatkan kecantikan Pupu yang tidak banyak orang bisa melihatnya, sikap dia yang dingin dan tertutup membuat dia menjadi manusia yang penuh misteri. Dalam pidato kemenangannya ia hanya mengucapkan.
“ siapapun yang melihat mama dan papa saya. Tolong beritahu saya ada di lobi, saya akan menunggu mereka menjemput saya disana “
Pupu langsung turun lagi berlarian menuju lobi sambil membawa piala dan bunga kemenangannya. Buat apa Pupu menang kalau mama dan papa enggak hadir? Buat siapa Pupu menang? Buat apa Pupu berada disini kalau mama ninggalin Pupu, apakah sudah direncanakan sebelumnya? Bisa aja Papa merekayasa kemenangan Pupu buat pesangon Pupu pergi dari hidup mama dan papa. Papa, please, Pupu hanya butuh alasan kenapa mama dan papa tidak bisa ia temukan tepat setelah ia menyelesaikan penampilannya.

Pupu sudah biasa menepis kesepian bahkan di tempat yang ramai ini. Sepi tetap berada di samping Pupu. Pupu duduk di bawah dengan menekuk kedua kakinya. Ia menopang dagunya dengan lengannya. Ia memainkan ponsel pintarnya sambil menunggu balasan dari mama dan papanya. Mereka berdua tidak bisa dihubungi. Semesta, sampai kapan Pupu harus menunggu disini?
Sorotan cahaya putih datang dari mobil sport membuat Pupu berdiri dari duduknya. Ia menutup kedua matanya dengan tangan kananya. matanya tak mampu menerima cahaya secepat itu dan sangat terang. Dari mobil itu ia melihat lelali yang tadi yang menabraknya. Ia seperti berjalan mendekati Pupu. Pupu kembali pada posisinya. Menuggu kabar dari mama dan papanya. “ tuhan, tolong aku. Aku ingin pulang” pinta Pupu dalam hati.
“ hai, sorry “ sapa lelaki berhidung mancung itu.
Pupu tidak menjawab, sebenarnya dalam hati Pupu ia ingin sekali menjawab dan ingin meminta pertolongannya. Tapi Pupu adalah gadis yang enggak jago berinteraksi. Apalagi dengan sesama jenis. Pupu tetaplah Pupu yang dulu, belum berubah. “ tuhan, apa yang harus Pupu lakukan? “





PAPA POV


" ma, kita harus pindah dari rumah ini " papa bilang ke Mama sambil memandangi Putri tunggalnya.
" praktik mama, gimana pa? mama tidak mungkin bisa meninggalkan Pupu sendirian lagi. tapi mama juga tidak bisa meninggalkan rumah sakit ini pa " jelas mama.

" ma, kita cuma punya 1 anak. Pupu, Papa gamau kehilangan Pupu. apapun akan Papa bayar buat keberlangsungan hidup Pupu. lingkungan disini tidak bagus untuk
mendukung keberlangsungan hidup Pupu " pinta Papa.

" karena kejadian ini, Pupu mempunyai trauma yang sangat parah pa. hasil tes menyatakan bahwa kemungkinan paling buruk ia bisa amnesia jangka pendek karena shock tapi jika ia masih ingat, hal ini akan mempengaruhi psikologisnya." jelas Mama.


" papa urus kepindahan mama ke Jawa timur. disana papa akan beli rumah yang mendukung kepulihan Pupu,"

" Papa, Papa mamaaaa " mama dan papa bergegas ke dalam ruangan Pupu.
" papa disini sayang. tidak apa-apa " papa menenangkan Pupu.


Ada perasaan tidak rela ia melihat putrinya menjadi lemah seperti ini. Papa merasa bersalah karena ia telat menjemput Pupu pulang dari bimbel. Papa memang menekankan Pupu untuk menjadi gadis yang pintar, jenius dan cerdas. maka dari itu papa memaksa Pupu ikut les di sebuah bimbel yang terpercaya. setiap 4 hari sekali dalam seminggu. sisanya Pupu gunakan untuk les piano dirumah. hari Minggu Pupu gunakan untuk quality time bersama keluarga.


" Pupu kenapa ada disini, pa? ma? " tanya dia. papa menghela napas lega. Sepulang Pupu dari rumah sakit. Papa juga memberi tau pada Pupu untuk siap-siap pindah dari sini. Papa memberi saran kepada mama untuk melakukan apapun kesukaannya asal tidak membiarkan Pupu sendirian. Sejak Pupu sudah sibuk dengan home schoolingnya. Mama Pupu mulai menulis beberapa novel fiksi dan non-fiksi. semua novel fiksi mama tentang Romance.

Sebelum ia merilis ke penerbit. mama selalu memberi kesempatan Pupu untuk membacanya. Pupu tumbuh menjadi gadis yang kritis dalam beropini. karena itu mama mempercayainya untuk mengkritik habis-habisan novel mamanya. Keadaan ini membuat papa berani meninggalkan keluarga kecilnya di rumah, sedang ia mengajar di Bandung tiap weekdays,

Kembali pada Pupu 21 tahun.

Jari-jari Pupu menari-nari indah diatas tuts piano. Tiap kali Pupu memainkan pianonya. Ia mendapatkan inspirasi yang baru. Kali ini dia memahami satu hal bahwa the piano keys are black and white but the sound like a million colors in our mind even we are lonely, we can sound the keys and make our world crowded.


“pupu, Papa pulang “ teriak papa dari luar rumah.
Pupu menghentikan permainan pianonya, dia berlari menyambut kepulangan papanya. Ia melihat mamanya memeluk papa. Pupu ikut memeluknya. Tidak ada hari yang bahagia selain hari dimana papa dan mama ada disisi Pupu. Papa Paru-paru Pupu, Mama oksigen Pupu. Papa dan mama adalah dunia Pupu.

Setiap sore menjelang maghrib, Pupu dan Papa selalu berjalan-jalan disekitar desa. Lokasi desa yang berada di lereng gunung penanggungan membuat senja disana lebih indah. 

Terkadang senja yang diselimuti kabut itu lebih indah daripada senja yang cerah tanpa kabut. Tuhan tidak pernah bercanda menciptakan semestanya. Selalu indah dan bermakna.

“ Pupu, Bagaimana dengan kompetisi Piano minggu depan? Sudah berapa persen? “ tanya papa kepada Pupu.

“ 90% Pupu siap pa “ jawab Pupu

“ kok hanya 90% sayang? Tanya papa lagi.

“ karena 10%nya kan ada di Papa. Pupu selalu siap kalau papa hadir di acara nanti “ jawab Pupu yakin.

“ Pupu, sayang.. Pupu harus yakin sama diri Pupu sendiri. Walaupun Papa ga hadir kan masih ada mama. Mulai sekarang dibiasakan ya. Siap enggak siap Pupu harus mempersiapkannya dengan 100% ya. Pinta papa

“ siap pa “ jawab pupu yakin.

“ Pupu semangat ya sayang, belajarnya. Papa berharap Pupu selalu menjadi yang terbaik “ harap Papa.



Photo by Zun Zun from Pexels

PUTRI HANDINI POV


Aku memandangi langit-langit melalui rezeki Tuhan, sepasang mata yang Tuhan berikan untuk membuat hidupku sempurna. Dengan mata ini aku bisa menikmati keindahan pemandangan di depan rumahku, rumahku terletak di lereng Gunung Penanggungan. Rumahku sangat tenang, karena tidak ada kendaraan yang melewati jalan di depan rumahku kecuali hanya kendaraan tetangga, itu membuat rumahku semakin nyaman dan suasananya menenangkan. 


Aku mengundurkan diri dari halaman. Tubuhku aku ambrukkan ke kasur empukku. Disana aku kembali bermain-main di dunia imajinasiku. Andaikan aku punya kakak, mungkin aku tidak akan se-kesepian ini, andaikan aku punya adik. Mungkin aku akan bermain petak umpat sampai gelapnya malam tiba. Tapi, itu hanya imajinasi lembutku..


" Pupu. makan malam dulu sayang " ternyata mamaku sudah ada di samping tubuhku ini yang lemah. 

" Ah, sejak kapan mama masuk kamar Pupu ?" Tanyaku.
" Sejak kamu memejamkan mata, sayang. " jawab mama.


Ia memapahku berjalan menuju dapur. Aku tidak sakit. Tapi, mama dan papa selalu memanjakan aku. Dapur di rumahku sangat minimalis, mama tidak suka barang-barang yang tidak berguna diperlihatkan jadi mama belikan lemari khusus untuk barang-barang itu. Tetapi, ada hal unik yang ada di rumahku. 

Di setiap sudut ruangan selalu tersedia buku-buku, di dapur ada buku memasak milik mama, ada beberapa novel romance, dan bacaan non fiksi milik papa. Sedangkan di ruang tamu, ada banyak majalah fashion dan katalog brand langganan mama, ada juga novel romance dan kotak besar yang isinya DVD koleksi mama dan papa. 

Di kamar mereka juga menyimpan ruangan rahasia yang isinya koleksi buku milik mereka. Papa seorang dosen ilmu astronomi universitas terkenal yang ada di Bandung. sedangkan mama seorang penulis terkenal yang bukunya selalu ada di rak top teen yang ada di Gramedia. 

" Ma, mama kalo kesepian ngapain ? " tanyaku ke mama
" Mama ya, menulis kalo enggak gitu kan biasanya kita main ke Bandung. " jawab Mama gampang.
" Oh gituu, Anyway Ma, aku ingin deh selalu ada di keramaian " pintaku
" Mau ke mall abis makan ini ? " tawar mama

Bukan keramaian itu yang aku maksud, di usiaku yang menginjak 21 tahun. Itu membuat aku penasaran bagaimana rasanya mencintai dan dicintai. Aku sudah dapatkan cinta pertamaku dari papa. Menurutku papa adalah cowok terkeren yang ada di bumi ini. Tapi, aku inginkan yang lain. 

Seperti di novel yang berjudul Kata. Aku iri dengan karakter utamanya, Binta. Dia gadis unsosial yang bisa-bisanya menolah cowok seganteng Anug, anak Arsitek. Demi cintanya pada Biru. Jadi apakah kesepianku ini parah? Bagaimana bisa aku iri pada karakter utama dalam cerita fiksi?

Semesta, bolehkah aku menyampaikan 1 pertanyaan dalam doaku ? kenapa aku diberi kehidupan yang tenang dan sepi ini? apakah aku akan menjadi tamak kalau aku inginkan keramaian? aku sadar kesepian ini sudah sangat sempurna. 


Aku tidak mengiyakan tawaran mama, aku memutuskan untuk telepon papa setelah makan, sedangkan mama masih membuat kue untuk merayakan kedatangan papa dari Bandung besok. 
"Halo sayang Pupu" terdengar suara riang disana

" Iya pa, pa coba deh panggil Putri aja. hehe" pintaku
" Kenapa sayang? Pupu adalah nama panggilan favorit papa dan mama loh " jawab papa
" Uhm, but. aku rasa aku sudah dewasa sekarang pa " aku ngeyel.
" Waah, enggak akan. Pupu tetap gadis kecil papa yang imut  " tak kalah juga papa ngeyel
" Ih papa. aku ingin jatuh cinta paa " rengekku.
" Hahahahaha " aku letakkan handphone di dekat mama. 
" Ah papa enggak seru ma. Akunya malu di-ketawa-in " bilangku ke mama.

" Hahahaha kamu sih ada-ada aja. Mending ikut saran Papa. Kamu pindah ke universitas aja.
 Mama coba tebak ya, Pupu sekarang pasti jenuh ya? " jawab mama 
" Hehe, Enggak juga sih, kan ada mama dan papa. Pupu enggak jenuh kok ma " jawabku.
" Tapi, ma. kenapa aku takut dengan cowok-cowok yang memakai seragam sekolah SMA ? " tanyaku lagi.


1 DEKADE YANG LALU

Lampu-lampu dijalanan mulai menyala, hiruk pikuk keramaian jalan mulai menyepi. Di sebuah gang yang sempit, ada seorang gadis yang cantik sedang berjalan. Angin sepoi-sepoi menghembus rambutnya. Ia menelusuri gang untuk kembali ke rumah. Sambil menatap awan yang mulai menghitam. Dia bertanya kepada dirinya sendiri,
" Setiap hari harus pulang jam 6 petang kah?" 

Belum dapat jawaban atas pertanyaannya sendiri. Ia mendengar suara " meong" ternyata di pojok tempat pembuangan sampah. Ia melihat seekor kucing mencari makan. Pupu menunggu kucing itu sampai selesai makan. 

" Kucing kenapa kamu sama sekali tidak takut dengan gelapnya malam?" tanya dia pada kucing itu. 
Lalu, Pupu mendengar suara gaduh di belakang gedung yang ada di samping pembuangan sampah. Karena ia bocah yang masih 11 tahun tapi memiliki rasa penasaran yang sangat besar. Ia mendekat ke arah sumber suara. Disana ia melihat seorang gadis dan ketiga teman lelakinya. 

" Tapi kenapa mereka berantem? " tanya Pupu dalam hati.

" Jangan lakukan ini padaku. tTolong " gadis itu meminta pertolongan.

Ia mendekat ke suara perempuan itu. Semakin dekat semakin jelas ia melihat gadis itu sedang dilepas paksa seragamnya. Gadis itu memakai seragam SMP. Ia berkali-kali mencoba melawan tapi yang ia dapat malah tamparan keras dari seorang laki-laki yang melepas seragam dia secara paksa. Seorang laki-laki itu terlihat memberi kode kepada kedua temannya yang berjaga-jaga. 

Mendung semakin mendukung aksi bejat mereka. Semakin gelap dan semakin sepi. Tanpa sadar Pupu sudah menangis melihat kejadian itu. 

" Mama papa. Pupu takut " Pupu menangis sejadi-jadinya.

" Mamaaaa " teriakan Pupu yang pada akhirnya didengar oleh salah satu dari 3 lelaki itu.
Lelaki itu semakin mendekat ke arah Pupu. Pupu melepaskan kucing yang sedari tadi ia gendong. "PAPA" dia menjerit sambil memanggil papanya.

" Papa ada kakak jahat yang mendekati Pupu " semakin dekat kakak lelaki itu ke arah Pupu. Tubuh Pupu bergetar hebat pada saat itu, yang ia lakukan hanya berteriak dan menyebut mama dan papanya. Pandangan mata Pupu semakin buram dan kepala Pupu semakin berat, dengan sisa kekuatan yang ada ia berteriak sekali lagi. 

" PAPAAAAAA " 

Samar-samar ia melihat papa berjalan kearahnya. "papa" panggilan terakhir Pupu sebelum Pupu benar-benar tidak sadarkan diri.



Cerita ini untuk teman-teman yang sedang bersenang hati menikmati indahnya alur cerita yang sudah ada di panggung bernama Bumi. 


Perkenalkan, dia Putri Handini. Nama panggilannya Pupu. Zodiaknya Sagitarius. Hobinya bermain piano. Pupu ingin hobinya menjadi passionnya sekaligus. " Biar enggak buang-buang waktu " katanya.

Pupu lebih dekat dengan Papanya daripada Mamanya. Pupu tumbuh menjadi gadis yang cantik, model rambutnya lurus tapi ujungnya menggantung, like a messy hair but beautiful.

Di Bumi ini, tidak mungkin ada kehidupan yang sempurna. Pupu mempunyai trauma yang tidak dia ingat dalam masa lalunya. Ketika Pupu berusia 11 tahun. Keluarganya pindah ke daerah pegunungan yang memiliki udara lembab.

Menginjak usia 21 tahun, Pupu bertemu dengan Hagyu. Pertemuan mereka sangat tidak terduga. Pupu bertemu dengan Hagyu sekaligus berpisah dengan cinta pertama Pupu.

Pupu mendapatkan perasaan kehilangan yang sangat besar. Ia berusaha mencari kembali keping-keping ingatan yang pernah hilang. Ia mencoba menumbuhkan kembali memori yang rumpang. 

Dalam pencariannya, Pupu dihadapkan dengan dua pilihan sekaligus. Hagyu yang mengingatkan Pupu dengan perpisahan paling sadis di hidupnya atau Serend, Lelaki dingin yang baru hadir Hidup Pupu.






Halo. Aku hadir kembali di Blogger
Sudah lama hiatus dari dunia fiksi, rasanya tidak mungkin aku bisa melanjutkannya wkwk. Ah bakal mengeluh lagi ini nanti. Lanjut menulis tanpa mengeluh ini, Janji.

Perkenalkan, karakterku disini dipanggil Cupcake. Nama yang bagus yang dianugerahkan oleh Author cerita ini untukku. Author menulis ini bukan berarti Cupcake menyebarkan toxic negativity buat kalian. Cupcake hanya ingin berbagi, apa yang Cupcake rasa, Cupcake alami dan akhirnya Cupcake temukan obat dari penyakitnya ini. (iyes, Cupcake lagi sakit parah).

Pertama-tama dimulai dari sifat ambisius dan "tak terkalahkan" dalam diri Cupcake yang sebenarnya lemah. Cupcake jadi orang yang labil tapi tidak gampang putus asa. Saat Cupcake lelah, and she need to calm her self down, Cupcake mencari kesenangan sampai dia melupakan mimpi-mimpinya. Ada 100 mimpi lebih yang pernah Cupcake catat di selembar kertas putih. banyak yang tidak tercapai tapi beberapa mimpi itu ada yang menjadi kenyataan. Nah, dimulai dari sinilah. sikap ambisius Cupcake auto naik. Dia tambahlah ya. Jadi ada 3 mimpi yang ada di otaknya. tapi belum dia catat karena mereka sedang mencari jalan bagaimana cara mewujudkannya.

Sampai detik ini, Cupcake kira. Hidupnya akan berjalan mulus sesuai rencana. KENYATAANNYA TIDAK. Cupcake hanyalah seorang manusia lemah yang bisanya cuma merencanakan, mengeksekusi tapi finishingnya. Bukan Cupcake yang menentukan. Tapi, semesta yang selalu ada. Allah SWT.

Semesta menjadikan dia manusia yang paling lemah diantara manusia-manusia ciptaanNya. Impuls untuk menyerah ? banyak sekali guys. Bahkan tanpa dia mencarinya dia pun sudah mendapatkannya. iyap, dari lingkungan ada, internal bahkan eksternal juga ada. Dimanapun ada. Dia butuh waktu sekitar 1 tahun untuk bisa memfilternya. Benar-benar penuh drama dan mental anxiety. Dilihat dari luar sih sehat, bugar bahkan bisa mendoakan "GWS" buat teman yg sakit. tapi di dalam? nah ini yang dia maksud dari Internal. It's means that from your own self. 

Berkali-kali Cupcake mencoba untuk berdamai dengan dirinya sendiri, Cupcake inginkan kembali mindset di kepalanya yang dulu. di waktu ketika dia "tidak perlu menangisi kehidupan yang fana ini". 
banyak teman-temannya yang bilang "bersyukurlah, ada orang yang lebih menyedihkan daripada ini" 
definisi bersyukur adalah menerima dan bahagia atas rezeki yang dikasih, rezeki apapun itu. seperti kesehatan, ketidaksendirian, adanya keluarga yang lengkap, rela berbagi dan lain-lain.

Kemudian, Prasangka atas diri sendiri like " you are poor ". It's definitely kill yourself, your confidence and finally your skill become nothing, useless and dead meat! 

Here, let me eh btw kok malah bahasa inggrisan, sepurane aku wong njawi yoan. Anyway. Disini Cupcake mau ngasih tau, kesepian itu memang toxic. It's toxic negativity. Kesepian disini bukan berarti kesepian atas kehendak diri sendiri, orang millenial call it "me time or quality time" BUKAN ITU YA. Tetapi kesepian yang dibuat oleh diri sendiri misalnya gini, asumsi tidak kesepian adalah ketika ada banyak orang yang memperhatikan dan selalu ada banyak orang yang harus menemaninya. Sehingga ia tidak merasa diasingkan oleh orang-orang disektitarnya. Lalu asumsi ketika kesepian, dia sedang sendirian dan tidak mencoba untuk menghargai kehadiran orang-orang disekitarnya, dengan kata lain. Orang lain harus mengajaknya dulu untuk bertemu. Barulah ia lega karena dengan diajak menurutnya dia masih diinginkan dan dianggap.

Cupcake sudah memberikan clue, bahwa kesepian yang seperti itu bisa menyebabkan depresi. But, tidak semua orang seperti itu, absolutely not. Jadi tidak semua orang bisa memahami apalagi menghargainya. Impuls dari keadaan akan mempengaruh mindset seseorang. Ada yang harus merasakannya dulu baru bisa menghargai, Ada yang cukup melihat saja sudah bisa memahami, menghargai dan menerimanya.

Let's try to open our midset bahwa kesepian itu wajar, yang tidak wajar itu Insecure yang ditimbulkan oleh efek kesepian itu tadi, apalagi sudah lama punya mindset bahwa " eh dia enggak ngajak aku, aku enggak penting baginya " terus dengan statement itu. Kamu menyatakan mundur dari persaingan di bumi ini? 
Hei, Jika hidup yang dijalani sudah buruk, apakah iya seseorang akan berdiam diri? merenung? mungkin iya ada. But it's not fix everything that mess up. Sebenarnya usaha untuk berdamai dengan diri sendiri walaupun itu sangat kecil. Itu tetap sebuah usaha. Accept it and please! Try to connects others. Do it and be happy:)

Enggak tanya? sekarang Cupcake diposisi mana? wkwk 
akan ada banyak cerita bahkan opini yang akan akan Nesa tuliskan, so wait them yaaa!

Btw lagi ngerjakan skripsi ini woi gmn ini malah observasi karakter buat Middle Testnya kejauhan. Udah deh ya biarin. Namanya juga prodi Sastra yakan!

Terimakasih sudah baca yaa. Semoga kalian bisa sembuh dari insecure yang ada di dalam diri kalian. :)