“ assalamualaikum “ aku membuka pintu kelasku
“walaikumussalamwarahmatullah, Ganesa Andini? Kenapa kamu baru masuk kelas ? ” bu Rania guru yang tegas menatapku, aku merasakan getaran dalam tubuhku, pastinya aku takut, beliau sambil membenahi kacamatanya yang terlalu ke bawah.
“ saya dari uks bu, tadi tertabrak di koridor” aku menjawab dengan tenang dan penuh harap dipersilahkan duduk dibangkuku
oh itu bangkuku, melambaiku !
“ dengar  Andini, di koridor ngga ada truk yang menabrakmu “ seru Bu Rania yang menatapku dengan curiga,
Namaku Nesa, aku lebih suka aku di panggil Nesa ! oh pria itu tadi memanggilku Nes juga, dia siapa?
“ maksud saya tadi waktu lari mau kekelas saya tertabrak orang, dan kepala saya terbentur tembok “ aku mulai gugup sekarang
“ baik nanti saya akan cek di uks, kalau nama kamu ngga ada kamu harus berdiri di depan kelas selama 5 jam karena kamu sudah tidak mengikuti pelajaran dan berani berbohong “  Bu Rani emang tegas.
“ ii.. iya bu “
Yassalam 5 jam, ah awas aja ya kalau cowok itu lupa mengisi absennya
 “ syukurlah usai juga pelajaran hari ini “ ucapa Lala mengibaskan rambutnya yang pirang itu.
  kenapa La ? “  Dita dengan wajah polosnya tapi kepo.
“ wajahnya Nesa itu nular tau ga? Malesnya ! kamu kenapa sih Nes ? “
Lala ternyata memperhatikanku,
” ahaha tidak La, moodku hari ini mati karena menatap matanya Basilisk “ jawabku semangat.
“ hmm menatap Basilisk apa si Saga? “ Dita melirikku
“ Saga? emang dia sekolah sini Dit? “
“ Nes.. beneren kamu tidak kenal Saga ? “
“ iya benar lah Dit ! “ tanganku sekarang menepuk dita
“ ha ?? “ Dita dan Lala tiba2 jadi paduan suara yang kompak
“ apaan sih, beneran aku tidak kenal ! “
“ tapi kemaren aku buka akun twitternya Saga inisialnya kamu semua Nes! Bahkan dia buat puisi buat kamu di madding “
“ puisi ??? “
Jadi puisi tadi dari Saga.. misterius amat !
“ iya Nes puisi dan tweet-tweetnya buat kamu semua.. kamu buka deh “
“ Dita jangan ngaco deh, aku tidak kenal dia, kalau dia benar-benar cowok pasti dia datang padaku. Tidak seperti teroris di twitter, bahkan Lala buka tweetnya buat apa coba ? “ aku berharap mereka tidak tanya lagi tentang Saga.
Tempat yang nyaman untuk menyimpan barang-barangku bukan semewah bank tapi sesederhana saku lalu aku ambil salah satu barang dari sekian banyak barang yang didalamnya. Ya, sebuah handphone kini sudah ada ada di genggaman tangan kananku.  Lalu aku buka twitterku, nama twitternya Saga siapa ya?
“ Saga Rahardian “ Dita tiba-tiba seperti Adward yang  bisa mengerti apa yang sedang berkecamuk dipikiranku.
Langsung aku mengetik namanya –Saga Rahardian- meskipun memang tweetnyaa buat aku semua ya tidak masalah kali.. toh aku ngga peduli amat siapa tahu ada yang namanya sama seperti aku.
“ hmm menurutku kalau ada nama yang sama seperti kamu itu kemungkinan kecil  “ Lala mendekatiku
Kepalaku transparan ya? Lala dan Dita tau yang ada dipikiranku. Mustahil~
“ kalian apaan sih.. emang kalian belajar sama Adward ya ? tahu segalanya.. “ mataku melotot ketika handphoneku menunjukan fotoku yang sedang terkapar di uks sekolah. 

“ ha? Inikan fotoku? “  teriakku

” Nes.. itu foto kamu di upload melalui instagramnya Saga, eh coba baca tweetnya, bahkan ketika kamu terlelap mataku tetap tak berkedip, keindahanmu nesa ! ya ampun Nes ini benar kamu “ Dita yang tadi ragu sekarang dia percaya banget kalau itu memang aku
Keindahanmu ???? oh God, jadi bener? Puisi di madding tadi
“ah Saga awas kamu ya ! kamu sudah membuat aku telat masuk kelas  dan upload foto tanpa ijin dahulu“ gerutuku

“ please. Nesa sekarang itu waktunya kamu nge-fly. Sekarang “ lalu Dita hampir melongo karena melihat sikapku.



“ Ibuk.. mbok Sri hari ini masak apa?” tanyaku sambil gontai bangun tidur,
“ nasi goreng wortel sama ayam goreng, kamu baru bangun langsung cari makan, masih berantakan banget lho “ ibuku juga termasuk manusia paling cerewet di dunia.

“ ditanya malah melamun?? “ nah kan belum aku jawab pertanyaannya udah Tanya lagi.
“ngga ngelamun buk, cuman mikir” aku duduk di kursi dan makan.
“ kamu ini, masih kecil suka mikir, nanti sekolahnya jangan telat, ibu berangkat “
“iya bu” aku mencium  pipi ibu dan tangan ibu dan ibuku sudah menjauh dari meja makan setelah mengambil tasnya, sebenernya aku masih ingin merasakan kasih dan perhatian dari ibuku dan ayah tapi mereka selalu dan selalu sibuk. Sambil malas dan malas sekali setelah makan langsung ke kamar mandi, setelah bermenit2 di depan cermin aku jalan gontai menuju halaman rumah, supir sudah menungguku.
Jalanan mulus dan berembun adalah suatu keindahan pagi yang membugah niatku, rasanya aku lama sekali tidak ke sekolah padahal baru 1 hari tidak masuk karena ijin ke Surabaya.
“pagi Nesa.. pagi yang indah sama pujaan baru” ternyata Lala udah ada di belakangku dan tersenyum lebar dan teramat lebar, ketika aku turun dari mobil ia menyapaku.
 “ haha pagi-pagi udah puitis banget La? “ tanyaku
“  iya dong khusus puitisnya buat pasangan baru”
“ wah kerenn siapa yang punya pasangan “ alisku sekarang berpindah garis
“ jangan sok gatau deh, Saga kan kemarin minta nomer hp kamu dan Tanya-tanya mengenaimu, dan parahnya dia buat tweet yang isinya buat kamu “ Lala bicara dengan hati-hati
“ pagi semuanya” datanglah si jenius ini dengan keceriannya yang polos tapi wajahku masih tetep dengan posisinya yang terpana
 “ ehya kenapa kamu Nes, harusnya kamu happy dong hari ini, si Saga tuh kamu kenapain sampe tweetnya puitis banget plus bingit tau gak ?? “ tanyanya si jenius ini lagi.
“ apaan sih, aku ga ngarti saga siapa juga?” jawabku dengan polos dan merubah posisi wajahku jadi biasa aja, yeah~ seperti polos
“ ah udahlah, kita kekelas yok, mungkin Nesa masih tidur kale “ Lala bicara dengan ketawa puas.
“ kamu kira aku tidurnya sama jalan, dan bisa bicara normal gitu?? “ protesku sambil ikutin jalan Lala dan Dita dan pastinya ketawa juga.
Ada apa sebenarnya sepertinya banyak yang tanya padaku tentang hal yang wajar terjadi pada remaja yeah~ about love, sebentar! Saga yang mana ya ?
pikirku jelas karena aku baru mendengar namanya dari Lala dan itu pun hanya didengar saja,
“udah Nes akui aja kamu jadian kan, harusnya kamu seneng Nes dapatin cowok  seganteng dia  ? “ Lala nyambar lagi dan matanya Dita melotot seperti mau jatuh ke lantai tuh mata
“ yasalam ada apaan sih aku aja belum kenal Saga seperti apa “aku yakin banget ini ada skenario tertukar.
Lagu kebangsaan, tentunya kebangsaan Indonesia dong, menandakan bahwa dimulainya pelajaran pertama. Teman-temanku sepertinya  sudah lupakan  pembicaraan tentang Saga tapi tidak untuk aku sepanjang koridor aku terbengong sampe ku temui namaku besar sekali di pojok  kiri atas di suatu kertas merah muda di madding, hingga akhirnya teman-temanku mendahuluiku.
Ganesa Andini
Ketika dinginnya  embun berganti kehangatan
Ketika pertama kali melihat dalam cerminan
Ketika berjalan berdua
dan
Daun belum mengenal pohonnya
tetapi terjadi  suatu saat
 cepat-cepat aku cabut puisi tersebut dari madding dan memasukkanya dalam tasku, aku mempercepat jalanku karena ini adalah jam pertama dan gurunya sangat tidak baik untuk di ajak maen game late, karena hukumannya itu berdiri di depan kelas sambil angkat kaki ah ini sih mending lari dilapangan. Semakin cepat aku berlari, sepertiny aku ini mimpi ya?  Ah kepalaku pusing sekali,
“ kamu sudah siuman ? “
Kenapa buram sekali ? kenapa orang itu bicara tentang siluman? Hah? Siluman ?
“ apa? Siapa yang jadi siluman ? tolong aku! aku takut hantu siluman ! “ aku menjerit  dan aku rasakan dada yang begitu nyaman dan hangat
“ kamu sudah sadar? “
Seorang laki-laki putih, keren dengan matanya yang berbinar dan sabar sekali, oh astaga dia memelukku ha? Memeluk ?
“astaghfirullah apa yang kamu lakukan ? “ aku langsung melepaskannya dan menjauh darinya.
“ kamu yang memelukku, kamu sedang takut. Percayalah padaku “ dia berkata seolah-olah aku akan memeluknya lagi.
“ hei jangan anggap aku akan melakukannya lagi ! “ suaraku sedikit pelan tapi pasti
“ em, maafin aku, aku tidak sengaja menabrakmu di koridor, kamu jalannya cepat banget” pintanya.
“ jadi aku pingsan? “
“ iya kamu pingsan Nes “
Bahkan dia tau namaku
“ aku kira mimpi, tak apa aku harus kembali  ke kelas, terimakasih “ dengan cepat aku meninggalkannya.
 oh tuhan kepalaku pusing sekali, aku juga belum tanya namanya pria itu siapa~ ah lupakan.



Ketika suatu pagi menyapa waktu itu dingin sedang menusuk tulangku hingga menembus sukma, beda dengan hangatnya matahari yang menyenyakan tapi ia sedang bersembunyi di balik kegelapan, matahari sangatlah manis dengan warna putihnya, aku menyukai hangatnya itu, hangat yang nyaman dan sehat, dan sepertinya dingin mulai lenyap ketika hangat itu merangkak ke atas seperti api lilin yang masih di kepalanya, lalu perlahan hangat itu sampai pada ufuknya yang indah.

Ketika matahari itu seperti api lilin yang masih dikepalanyaa, ayahku membangunkan aku dari tidur pulasku yang didalamnya ada dimensi indah atau seperti sebuah film yang diputar seperti klise, tapi terselesaikan dengan bangunnya sepasang mata berkelip... langsung aku menuju ke kamar mandi dengan gontainya kaki melangkah. Aku masih ingin menikmati film di mimpi itu.

Ketika itu aku langsung menanggalkan pakaianku dan putar lagunya Adele “ Don’t You Remember ”.  Lagu ini pas dengan kisah asmaraku yang sungguh indah dan aku tak akan melupakannya, meskipun sepahit buah Mojo, aku pernah berpikir “ suatu saat ia akan memanggilku dengan mawar merah dan setelan malam yang gagah”  yeah~ saatnya nanti, perkenalkan namaku adalah Ganesa Andini, aku asli orang jawa Indonesia, tetapi kakek adalah orang asli Belanda, pada jaman evolusi kakekku adalah seorang pelaut, beliau bertemu dengan nenek disalah satu tempat keajaiban dunia di Borobudur, kapal kakek termasuk kapal perang jepang yang digunakan untuk mengangkut senjata-senjata perang antara belanda dan Indonesia, kakek melarikan diri dari pekerjaannya demi menyelamatkan nenek dan keluarga nenek, meskipun begitu cinta nenek dan kakek tetap tidak direstui oleh keluarga nenek karena status kakek yang asli orang belanda, keadaan inilah yang membuat kakek tetap memperjuangkan cintanya, meskipun banyak rintangan kakek tetap setia untuk menunggu nenek hingga akhirnya nenek bersedia untuk menikah bersama kakek dan kakekku menjadi seorang mualaf  demi cintanya, hingga sampai akhir hayatnya cinta mereka tetaplah ada.

 andaikan nanti aku dicintai oleh seorang pria yang mempunyai cinta sebesar cinta kakek kepada nenek.

Beda dengan cinta orangtuaku, ibuku bernama Putri Andini dan ayahku bernama Ilham Andrakusuma, ibu bertemu dengan ayah ketika ibu sedang berbelanja di pasar kota dan ayah sedang melakukan observasi untuk bisnisnya yang sedang dilakukan di pasar, kata ibuku sih waktu belanjaannya ibu jatuh karena kebanyakan, ayah lah yang menolong ibu, sejak itu ibu dan ayah sering bertemu karena ibu juga seorang wanita karir, mereka sering sharing dan ketemuan akhirnya mereka semakin dekat dan menikah, cinta mereka seperti air yang mengalir tidak seperti cinta kakek nenek yang penuh perjuangan, aku jadi ingat bahwa hidup itu suatu perjuangan yang harus dilalui dengan berbagai masing-masing takdir yang telah ditentukan, sedih dan senang itulah kehidupan yang terjadi, andaikan dahulu Adam dan Hawa tidak tergoda oleh Syetan, apakah aku tetap ada ? apakah cinta kakek dan nenek masih ada? apakah aku sudah menetap di surga bersama keluargaku? Tidak, inilah kehidupan yang nyata.
ketika meraih sebuah permata, aku temukan teman yang sejati, semua orang berharap seperti itu kan?
Meskipun aku dilahirkan dari seorang wanita karir di hidupku sama sekali tidak mempunyai keinginan untuk seperti ibuku, aku dari kecil suka mempelajari alam dan organ tubuh manusia, aku ingin menjadi Dokter, aku sekarang sedang belajar di sekolah bidang biologi.
          Masa masaku merasakan beratnya tugas sekolah dan kerapatan sahabat dengan keseruan dan kekonyolannya, sahabatku Dita yang imut dan gadis lugu yang super subhanallah cerdasnya,  dan Lala yang manis dan cerdas. Hobi yang sama membuat kita merapat dan sering jalan bareng.  kita berprinsip

buat apa mengungkit perbedaan kalau sama-sama mempunyai tujuan yang sama "


(pict by Pinterest)

Pada suatu pagi, aku membuka ponselku berharap kamu mengirimiku pesan ucapan selamat pagi. Tetapi, tidak ada pesan. Sama seperti pagi sebelum-sebelumnya. Dia yang selalu aku sebut di masa lalu telah datang menemuiku di mimpi tadi malam. Dia berdiri tegap dihadapanku dengan tersenyum bahagia. Entah bahagia kenapa. Dia adalah dia yang aku panggil dengan sebutan kamu atau Fachri di masa lalu. Setelah aku sadar 100% dari mimpiku. Aku langsung bangun dari tempat tidur, lalu pergi ke kamar mandi. Ya, seperti biasa. Kebiasaan di pagi hari. Setiap habis dari bangun tidur, aku masih saja memikirkan dan tidak percaya. Kenapa perpisahan ini bisa terjadi? Kenapa rindu ini berat? Tuhan, kenapa engkau pertemukan aku dengannya jika pada akhirnya mustahil untuk bersamanya.
“ baby, I am dancing in the dark with you between my arms”. Daripada sepi dan galau yaa, aku menyanyi lah. Aku penuhi kamar mandi pagi ini dengan suara falseku. Aku menyanyikan lagu dari Ed Sheran. Kamu tahu? Lyricnya itu indah banget. Seindah kenanganku bersama kamu kemarin-kemarin. Aku merasakan ada sesak yang sangat amat dalam dari paru-paru kecilku. Aku merasakanmya hingga sekarang. Apa kamu tahu ? darimana awalnya aku mendapatkan rasa itu? Mari aku beri tahu. Kamu adalah penyebabnya. Setelah kamu mengolah kata-kata yang berujung perpisahan. Kamu mengajakku untuk berpisah dengan baik-baik. Sebagai gantinya, kamu menjanjikanku perhatianmu tidak akan berkurang meskipun sudah berpisah, bahkan kamu menjadikan aku sebagai adik-adik an nya kamu. Jadi ceritanya kamu mengubah status kita ini dari pacaran menjadi kakak-adik. So what? Tidak ada perpisahan yang baik-baik. Tidak akan pernah ada. Hal itu tidak mungkin.
Bayangkan saja, suatu saat nanti kamu mendapatkan cewek baru yang bisa menggantikan posisiku dihatimu. Kamu kenalkan ke aku dan kamu bilang kepadanya. “ hei, ini adik pura-puranya aku, dia manis bukan?.“  membayangkannya saja aku sudah ingin menampar wajahmu. Kamu tahu bukan? Bagaimana tenangnya hatiku saat aku melihatmu dari jauh, kamu sedang bermain kartu bersama teman-temanmu, lalu, sesekali kamu melirikku dan mengucap bisikkan “ I love you “. Bagaimana tenangnya hatiku dan bahkan seluruh tubuhku kau buat menari setelah mencerna bisikkanmu? Sekarang. Aku merasakan seperti balon yang telah di terbangkan tinggi lalu tiba-tiba diletuskan. Meletus dan jatuh kebawah dengan tidak beraturan. Itulah deskripsi yang bisa aku jelaskan untuk sekarang.
Waktu sebelum aku menerima kamu menjadi pacarku. Kamu adalah orang yang ter-perhatian melebihi umiku, hingga menjadikanku terbiasa bersamamu. Berangkat ke sekolah selalu bersama-sama. Karena kebetulan kita ada di perumahan yang sama. Setiap ke kantin selalu bersama-sama. Sudah biasa di ciye-ciye in sama anak-anak yang lain. Sampai-sampai aku di sekolah hanya mempunyai 2 orang teman saja. Andin dan Denita. Aku dan 2 anak itu squad. Hingga suatu ketika kamu merencanakan surprise di ulang tahunku yang ke-18. Di saat itu, kamu sangat romantic menurutku. Disaat jam kosong, kamu datang ke tempat dudukku. Kamu bilang bahwa kamu bisa memainkan magic.
“ mana liat, coba liaaatin magicnya!! “ aku sangat excited. Tidak sabar untuk melihat kemampuan kamu
“ siniin tangan kamu” kamu mengucapkan itu sambil menarik tanganku yang kanan. Kamu meletakkan pensil di atas telapak tanganku. Lalu kamu bilang kepadaku “ pensil ini akan hilang “
“ ohya? Ga mungkin banget. “ ucapku kemudian.
Kamu meletakkan tangan kanan kamu diatas telapak tangan aku yang ada pensilnya, lalu kamu balik tanganku, jadi tanganku yang ada diatas. Lalu tangan kirimu mengambil pensil itu secara perlahan. “lihat pensilnya hilang, kini hanya tinggal tanganku dan tangamu. Pensilnya sudah tidak ada, yang ada hanyalah cintaku dihatiku buat kamu. Happy Birthday “ haruskah aku berterimakaasih kepada pensil? Tuhan. Lelaki ini sungguh manis sekali. Dia menggenggam tanganku bak pangeran dan putri yang akan berdansa. Romantic. Aku mengangguk. Aku mengiyakan untuk jadi pacarnya. Kemudian sahabatku Andin dan Denita datang membawa kue ulang tahun. Seluruh kelas ramai, ada yang memberiku salam ucapan saja dan ada yang memberiku kado. Hingga banyak yang mainan kue wkwk. Kuenya dipake main ToD. Jadi siapa yang milih Dare ia bisa kena coletan kue di wajahnya bahkan di tangannya. Pada waktu itu hidung kamu aku colek, meski aku tahu kamu tidak kena Dare. Heheheehehehe semua yang ada di dalam kelas sangat ricuh dan ramai. Seru.
Lalu dengan tiba-tiba bel berbunyi menandakan pergantian jam pelajaran. Ya, jam kosong telah usai. Tapi keributan dikelas. Masih berlangsung. Hingga datanglah Bu Inez. Guru mata pelajaran Sejarah yang killer. Beliau akan memasuki ruangan kelasku. Begiitu baru ¼ langkahnya memasuki ruangan. Mata beliau sudah terbelalak dengan kondisi kelas yang berantakan. Meja di tata seperti kafe agar bisa gampang main ToD dan jelas diatas meja sudah terdapat banyak sampah-sampah bungkus cemilan yang sudah dibeli oleh Reno. Ketua kelasku. “ sekalian syukuran sih “ katanya setelah membeli cemilan yang banyak untuk teman-teman sekelas.
“ INI APA-APAAN? KALIAN KESINI BUKANNYA MALAH BELAJAR MALAH BIKIN ONAR SEPERTI INI “ jelas saja, mata beliau sudah langsung tertuju kepada Reno. Berharap mendapat jawaban yang detail dari sang ketua kelas. Tapi apa yang kamu perbuat? Kamu meminta maaf kepada bu Inez, kamu mengakui bahwa kamu lah yang membawa makanan dan kue. Semua anak-anak dikelas sudah pasti diam tak berkutik satu kata pun. Lalu kamu membereskan kelas dan dibantu dengan yang lain. Bu Inez hanya geleng-geleng dan tak habis pikir. tapi sebelum keluar kelas beliau berkata. “ saya tidak mau kejadian ini akan terulang lagi di masa depan, tapi saya salut dengan Fachri. Fachri kamu benar. Kamu harus tanggung jawab dengan apa yang sudah kamu perbuat. Sudah cukup. Hari ini saya hanya akan memberi tugas. Kerjakan soal yang ada di kitab, halaman 145 hingga 150. Kumpulkan nanti sebelum pulang sekolah. “
Aku tidak menyangka kamu mau bertanggung jawab atas semua yang dilakukan oleh anak-anak sekelas. Harusmya ini tanggung jawab bersama. Tapi kamu berani Fachri, aku kagum kepadamu fachri. Tapi itu dulu. Sebelum kamu mengajakku untuk berpisah, kenapa kamu tidak bertanggung jawab atas perasaanku fachri? Kamu yang membuatku begitu mencintaimu. Bantu aku membencimu Karena aku sudah mengenal rindu, rindu kepadamu. Setelah perpisahan itu. Aku merasakan rindu yang membelenggu. Hingga aku rasa semua ini berat. Kenanganku bersama kamu tidak hanya pada waktu surprise di ulang tahunku yang ke-18 saja. Tapi banyaaak, aku tidak sanggup untuk menghitungnya dengan jari-jariku. Akankah kamu biarkan aku seperti ini terus Fachri? Jujur, aku bisa saja menyerah. Tapi aku masih yakin. Kamu tidak berharap aku menyerah bukan?



Buchnera americana (pict from Google)

Ada kisah indah dibalik kelulusan sekolah menengah atas, sekolahku, bolehkah aku memanggilnya masa lalu ? Jika boleh aku akan menceritakannya kepada anak-anakku nanti di masa depan mendatang. Kisah, sebuah cerita yang aku anggap penting karena dari kisah itu aku bisa belajar bagaimana aku menembak hatiku sendiri dengan pelurunya. Iya, pasti sakit dan hampir ingin mati saja. Apakah kamu bisa jadi aku? Aku yang dipanggil Naury, yang katanya hanya gadis premature yang kekurangan kasih sayang dari seorang abah karena perceraian orangtua. Kini, sudah melewati masa-masa sulit yang diberi judul masa lalu di buku diarynya. Bukan masalah hanya masa lalu belaka. Tapi masalah hati, hati yang masih utuh tapi sudah pernah terluka karena masa lalu.
Apakah aku lupakan saja masa lalu ini? Tidak Naury. Masa lalu itu tidak akan sanggup kamu lupakan begitu saja. Apakah iya? Iya Naury,
Maaf bukannya aku memiliki pribadi yang ganda, tapi anggap saja yang bertanya itu hati nuraniku yang lemah dan yang menjawab itu otakku yang masih kuat berpikir. Masalalu memang bukan sesuatu hal yang mudah. Itu rumit. Aku sering mulai melangkah semakin ke depan dan langkahku semakin bertambah di depan. Tapi hatiku, rasanya hatiku masih stop di bagian lembaran masa laluku.
Kadang aku bertanya pada diriku sendiri, kenapa ini tidak mudah. Kadang aku menjawabnya sendiri, karena kamu masih mencintainya. Kamu tidak bisa melupakan semua hal yang telah kamu lalui bersamanya. Setiap detik yang telah kamu lalui bersamanya itu bagimu adalah sesuatu hal yang berharga. Ingat Naury, kamu pernah menangis 4 hari 4 malam karena dia tidak memberi kabar padamu. Dia istimewa bagimu. Dia yang pernah mengisi hari-hari kosongmu dengan kebahagiaan dan kegembiraan. Tetapi, dia hanya sebatas pernah. Itu masa lalumu Naury.
Tidak, dia bukan hanya sebatas pernah bagiku, dia memang terindah dan teristimewa bagiku. Dia adalah kesempatan yang diberi oleh Tuhan hanya untukku. Pada waktu itu. Waktu ketika aku yang jadi satu-satunya bagi dia.
Menurutku, mencintai seseorang adalah hal terindah dalam hidup. Karena apa? Ya, karena kamu sudah tahu resiko dari mencintai adalah luka. Tapi kamu masih saja melanjutkannya. Mencintainya, seperti tidak ada lagi kebahagiaan selain mencintainya dan dicintainya. Itulah mengapa aku tidak akan melupakan masa lalu. Masa dimana aku masih mencintaimu dan dicintaimu. Hingga hatiku yang terluka di masalalu membuatku menjadi berpengalaman dalam hal dilukai. Ya, emmmm aku bangga.
Terimakasih untuk masa lalu, masa lalu telah mengajarkan bagaimana caranya bangun dari mimpi yang paling horror dalam hidupku. Dia tahu hal yang paling menakutiku. Dia, dia adalah orang paling berpengaruh dalam masa laluku. Dia yang meninggalkanku karena urusan yang beda dan jauh sekali dengan urusan hati. Sebentar, akan aku luruskan.. “aku mencintainya seperti aku mencintai diriku sendiri,” oh bukan, quote tersebut belum pas. “aku mencintainya melebihi aku mencintai diriku sendiri.” Iya, benar, itu sudah pas. Kamu tau kenapa bisa pas, quote terakhir daripada quote yang pertama? Biar aku saja yang menjawab. Aku lah orang yang memutuskan untuk pisah dengan dia. Akulah tersangka dari perkara semua ini. Perkara yang rumit yang tidak bisa aku pecahkan. Bagaimana tidak, aku mencintainya tapi aku juga melepaskannya. Aku memutuskan untuk melepaskan dia yang aku cintai bukan karena aku terluka atau dilukai. Tapi dia yang terluka, terluka karena aku yang mencintainya secara berlebihan. Tapi wajar bukan? Aku sudah tahu peluru itu akan ditembakkan dimana, pasti di hatiku. Setelah itu hatiku hancur berkeping-keping. Aku sudah tahu hal itu. Tapi bagi dia, peluru itu tidak akan dia tembakkan begitu saja, dia sudah tahu kapan waktunya melepas peluru. Intinya, dia sudah dewasa dan aku masih kekanak-kanakkan. But now. Aku sudah tahu kenapa dia tidak mempertahankanku di masa lalu. Dia berkata “ jika aku mengiyakan keputusanmu untuk berpisah denganku, aku tahu, kamu akan sangat lebih bahagia. Jika aku menolak, jika aku mempertahankan cinta ini. Kamu akan tersiksa, kamu akan selalu terbelenggu dengan luka “
Setelah aku mendengar ucapan dari dia, aku lari, aku lari sekencang mungkin. Hingga aku lelah. Hingga aku lupa, bahwa aku tidak bisa lari. Tetapi, entahlah saat itu hatiku benar-benar sakit, pikiranku benar-benar kacau. Keajaiban, nuary sekarang sudah bisa berlari.
Dulu aku masih SMA, aku setia dengan dia. Banyak kakak kelas yang menginginkan perhatian dari aku. Tapi, aku tetap memilih setia kepada dia. Dia yang berpegang teguh dengan prinsipnya. “aku sudah memilikimu, aku pacar kamu. Tidak perlu untuk melakukan hal seperti anak SMP yang alay”. Naïf bukan? Hai. Apakah kamu tidak berpikir dengan kamu tidak pedulikan hal-hal kecil seperti merayakan ulang tahun misalnya. Oh tidak itu hal besar. Sekedar memberi coklat pun kamu tidak pernah. Jangan karena aku sudah mencintaimu kamu berhak untuk mengaduk-ngaduk hatiku. Tolong, itu bukan hal yang bijak.  Naïf, aku pun juga naïf di masa itu. Sekarang aku tahu. Lalu aku menyesal. Dia yang aku sebut “kamu” barusan. Sekarang sudah memberi kabar bahwa dia akan  sukses dengan studinya di luar negeri. Di Boston University. Melalui surat yang dia tulis dengan huruf latin dia memberi tahu betapa bahagianya dia bisa berada disana. Tetapi dia menuliskan juga kesedihannya yang masih sendiri tanpa seorang kekasih. Dia berharap ada aku disana dan melupakan masa lalu kita yang sedih. Aku tahu. Aku bisa saja mengiyakan permintaannya untuk kembali. Tapi aku adalah aku, dia adalah kesempatanku untuk merasakan kesedihan di masa lalu, hingga aku berpengalaman. Bukankah kita harus belajar dari pengalaman? aku tidak ingin mengulanginya lagi. Pengecut? Bukan. Aku bukan seorang pengecut ataupun pecundang. Berbohong kepada diri sendiri? Tidak juga, aku jujur mencintainya dan dia ingin kembali lagi. Tapi menurutku benar kata dia, aku lebih bahagia setelah putus dengan dia. Aku bahagia atas pencapaianku sendiri. Aku bisa melewati ini sendiri tanpa dia yang sekarang kusebut luka. Hingga aku mengenal rindu. Rindu yang selalu mendorongku untuk terus maju. Hingga aku bisa sejajar dengan dia dan disebut pantas untuk duduk disamping dia. Jika memang berjodoh. Pasti nanti akan bersatu kembali.

Sekarang aku sedang duduk di samping kolam renang. Aku berangan-angan bersama dia. Jalan-jalan bersama dia di kampus dia. Dia memperkenalkanku dengan teman-temannya. Betapa bahagianya. Iya, aku merindukan dirinya. Tapi kini. Aku hanya bisa menatap bunga Buchnera. bunga hati biru dari Amerika. Bunga yang hanya bisa tumbuh di kawasan Amerika. Setahun yang lalu dia mengirimiku bunga itu. Bunga itu sudah mati tapi dia memberinya pengawet dan diberi hiasan seperti tumbler berbentuk hati. Bukankah dia masih memiliki perasaan yang sama? Hingga sekarang? Apakah masih? Aku tidak bisa menjawabnya. Aku sudah nyaman dengan suasana sekarang. Aku merindukannya dan berteman dengan luka. 


Naury, begitulah orang-orang biasa memanggil namaku, aku yang memiliki nama lengkap Naury Nabila lahir di Jombang, tanggal 14 bulan Januari tahun 1998. Ya mungkin namaku Naury karena aku lahir di bulan Januari. Tapi aku lahir premature, sekitar 7 bulan lebih ibu sudah melahirkanku ke dunia ini. Harusnya 9 bulan ya? Sayangnya tidak sampai 9 bulan.


Sebagai gadis 19 tahun yang dulunya pernah dilahirkan secara premature. Tentunya menjadi perbedaan spesifik diantara gadis-gadis lainnya. Misalnya, aku tidak bisa lari seperti teman-temanku. Pernah di ujian akhir sekolah aku disuruh lari 100m dengan durasi yang sesingkat-singkatnya. Jadi gini, jika ingin nilainya bagus maka durasi lariku harus lebih pendek dari yang lain. Ya, tentunya aku tidak bisa. Tapi aku bersyukur karena namaku ada di daftar 5 besar dari 35 murid yang durasinya paling panjang. Nice bukan?

Aku tidak bisa lari bukan karena aku pasrah dengan kenyataan, tapi nyatanya memang manusia tidak bisa lari dari kenyataan. Sedangkan aku juga seorang manusia biasa yang mencoba keluar dari zona nyaman yang seadanya. Ya, kecuali manusia bisa menciptakan ruang waktu sendiri seperti Drama Korea yang judulnya Longing Heart yang baru tayang bulan Januari 2018 ini. Bukan, kisah ini tidak akan se-dramatis kisah romantis drama korea pada umumnya. Tentu saja tidak akan, penasaran?? Ya atau tidak? Ya baca sampai tamatnya yaaa. Hehe 



Fisiknya naury? Aku dong? Ya gini-gini aja. Kata orang sih aku cantik kalo sedang ada maunya, jadi kesimpulannya nuary jelek ya? Naury ini aku kan?? Ya gadis mana yang bakal bilang kalo dirinya sendiri cantik wkwk ngakak deh jadinya. Eh tapi kan ini cerita. Jadi harus dibilang ya ini? Iya deh banyak orang yang memuji sih, tapi ya gitu kan lahir premature jadi ya tetap aja banyak kekurangan. Tinggiku hanya 154cm, berat badanku 47kg, kulitku putih karena dari kecil tidak suka main kelereng panas-panasan. Apa berpengaruh sama warna kulit? Yaiya Jombang kan bukan kategori kota hujan. Hobiku sih membaca dan menulis gitu, jadi kalo masuk ke kamarku jangan salahkan aku jika kalian menemukan banyak kertas-kertas berserakkan. Hehe bukan termasuk komproisme sih, kan kertasnya bagus dan bukan sampah sebenernya, jadi gini, setiap aku merasakan ada getaran diantara aku dan masalaluku, ya aku berusaha untuk menulisnya dalam bentuk puisi. Meskipun puisinya banyak yang receh gitu. Tetap guys. Uang 100 ribu tidak akan jadi 100 ribu jika 100 rupiahnya diambil. “ eh ada pengamen, kasih nih 100 rupiah “ (ya tega banget jaman now gitu ngasih pengamen only 100 rupiah). Ya kan ini misalnya. Pokoknya 100ribu tidak akan utuh jika 100 rupiahnya diambil. 100 rupiah kan receh. So menurutku, perasaan yang timbul dari hatiku, meski receh sereceh-recehnya gitu, tetap aku hargai. Maka dari itu, aku abadikan dalan bentuk puisi. Ya kenapa tidak di potret aja kan tidak ribet nulis-nulis segala, haha kamu kira perasaan bisa dipotret? Ya bisa sih kalo ke rumah sakit wkwk tes diagnosis penyakit, pas ditanya dokter sakit apa gitu, jawabnya “ sakit dok perasaan saya, saya terus-menerus terbelenggu masalalu, seperti teriris-iris gitu “ (kan makin receh ini jadinya)

Ibuku yang biasa aku panggil Umi suka membuatkanku pudding coklat, so makanan favoritku ya yang ada cokelatnya hehe, aku tipe anak yang tidak suka makan ikan, ayam pokoknya yang berbau amis-amis gitu aku anti banget. Umi adalah kategori supermom yang dengan super overprotectivenya. Sampai aku SMA loh masih diantar-jemput, dan bisa diitung pake jari sih seberapa pernah aku ikut nongkrong di malam minggu syahdu. Hehe ya karena itu tadi, my mom is my time. How about dady? Hmmm aku minta maaf sekali karena aku tidak bisa banyak menceritakan bagaimana abahku, karena kalo tidak salah, waktu aku masih TK gitu, orangtuaku bercerai. Fyi aja nih, abah masih hidup Alhamdulillah. Aku lupa kapan terakhir bertemu dengan beliau. Aku rindu sekali, tapi aku menjaga perasaannya umi, umi bilang


“ Sama abah jangan lama-lama ya, umi takut kamu dibawa abah kerumahnya dan tidak dikembalikan ke umi lagi, biar abah sama kakakmu, Nove.”

Aku jadi ingat dengan kakaku, kak Nove, dia lahir 2 tahun lebih dulu dari aku, yang pada intinya dia lebih sempurna daripada aku. Ya, karena dia tidak premature, setiap aku merasa rendah daripada kakak, umi selalu menyemangatiku, dan kakak malah sombong. Pokoknya kakak adalah manusia terjahat yang ada di bumi ini. (versi aku bukan versi on the spot). Tapi aku tidak bisa bohong sih, kadang aku juga bisa merindukan manusia jahat itu, kakak pernah memilihkan variasi gorden untuk kamarku, biar kamarku ada unsure estetikanya, kakak mendesain sedemikian rupa, dengan dasar warna coklat, warna kesukaanku, Aku tiba-tiba merasakan hangatnya secercah cahaya putih yang menyusup dari gorden kamar persegi empatku,


“ Naury, kamu sudah sholat subuh belum ? “ suara umi asalnya dari mana ya?

“ Naury, sudah jam 5 pagi ini “

“ Umi, aku sudah sholat kok, aku kesiangan karena tadi malam baca novelnya bang Syaiha yang baru sampai rumah dari Bogor kemarin, sampai lupa waktu malam, jadi sepertinya setelah sholat aku ketiduran lagi “ aku menjawab pertanyaan umi sambil membuka wajahku dari selimutku.


“OOH ASTAGHFIRULLAH” teriakku seketika melihat wajah umiku, beliau seperti memakai semacam masker hitam di wajahnya, dan yang paling menyeramkan, umi juga membelalakan kedua bola matanya. Fiuhhh~

“ sayang, hehehehehehe ini umi pakai masker kopi, teman umi baru membuka usaha kecil-kecilan gitu, jualan masker.”
“ ah elah mi, udah tua juga “ jawabku ketus.
“ haloooo, gini-gini mamimu ini punya style yang lebih jaman now drpd kamu nak. Ih “ umi loh bisa-bisanya bilang gitu hahahahahaha.
“ hehe iya iya umi yang ter-Mami jaman Now, ohya mi “ aku sedikit nyengir sih~
“ aaaa-appa ? “ umi berkata apa gitu sambil hati-hati banget, soalnya maskernya udah kering jadi udah pecah-pecah gitu.
“ aku barusan mimpi, ditanyain orang-orang tentang karakterku mi “ jawabku sambil siap-siap tiduran lagi. 






Hari rabu, tepat pada tanggal 18, cerah~
Daun yang sudah berwarna kuning berserakan dijalan, mereka semua berterbangan seperti kupu-kupu, diterpa angin. Matahari memancarkan sinarnya seolah tersenyum, angin yang sejuk nan berawan cerah, kicauan burung menemani lagu yang dinyanyikan oleh dream thetre dari mp3 yang dipasang ditelinga seorang laki-laki berumur 17 tahun, laki-laki itu tinggi, berkulit putih berbadan sedikit gemuk, matanya sipit, hidungnya mancung dan bibirnya tipis, yeah~ bernama Bagas keturunan belanda dari eyangnya, Yangti biasanya Bagas memanggilnya.
Suasana begini membuat segerombolan neuron di otak Bagas menyusun ide bagus, makan di kafe dekat rumah Bilqis. Pacarnya.
“Han, kita ke kafe dekat rumahmu ya, sebelum berangkat nitip salam ke Bunda”
Sent, centang, read
Sambil menunggu balasan dari Bilqis, Bagas mengeluarkan motornya dari bagasi rumahnya,
 “Mama aku makan dulu sama Bilqis “ pamit bagas dari luar rumah ke mamanya.
“jam 5 harus udah dirumah, dear !“ seru mama dari dalam rumah.
Bagas membuka lagi hapenya
“iya mama” (sent)
Bagas menjawab mamanya melalui WA karena bagas udah ada diatas motor dan siap membelah jalanan yang ramai di depan rumahnya.
5 menit kemudian Bagas sudah sampai di kafe bercat cokelat, berbentuk persegi tapi luas banget, karena di kafe itu ada 3 macam area yaitu area bigbread, makan keluarga yang besar, area lovelybread, makan camilan yang disediakan oleh pihak kafe dan nongkrong, yang terakhir itu area nicebread, makan yang biasanya di pakai oleh 2 atau 4 orang saja.  Bagas pilih meja di area nicebread nomor 17.  #plung. Suara dari hape bagas
“ lho haney, kamu ngajak keluar tapi ngga jemput aku. Apaan coba! “
Bagas langsung menarikan jarinya diatas path
“Yeah!! Aku udah disini lho han”
Sent. Centang,
Setelah membalas bbm dari Bilqis, Bagas memilih fresh milk tea untuk menghilangkan rasa dahaganya, Bagas mengecek lagi bbmnya. “ kok masih centang sih “ gerutu Bagas.
“ Han aku sendiri nih, hurry up!! “
Sent, centang, delay. Nah READ
“ Kok sendiri sih, awas ya sama cewek lain !! “
Bagas tersenyum membaca bbm dari bilqis,
“ Maunya cewek itu kamu han! J  
Balas bagas. Langsung READ
“ Okay aku dataaang. Tapi pesenin aku beef burger sama fresh milk ! “
Bagas memesankan pesenan Bilqis, dia sendiri memesan chicken cheese, 15 menit pesanan itu sudah datang, tapi Bilqis belum juga datang.
“ Lamanya han!! “
Langsung READ
“ aku datang haney! Kamu sabaran dikit dong han, tadi masih di parkiran tuh“
Bilqis memakai rok panjang dan kaos berwarna pink, ia memakai kerudung berwarna merah, menawan~
“ yaa Alhamdulillah, aku laper banget !! “ gerutu Bagas
“ kamu ngga sweetie  ah ! yaudah makan sana, Basmallah dulu “
Bilqis juga menyantap burgernya, “ iya honeyku you too“ Bagas menjawab singkat
~~~
Rembulan ada ditengah atas ubun-ubun, gemricik hujan terdengar deras di telinga Bilqis,
“hujan turun secara menetes atau secara lurus mengalir ?“,
Tanya Bilqis untuk dirinya sendiri, dalam hati. Matanya masih terpejam.
Gelap dan dingin, tanahnya licin setelah hujan, di kanan- kiri jalan ada pohon besar-besar, di depan ada pondokan bambu yang mungkin bisa dijadikan tempat untuk istirahat sejenak, entah apa yang telah dilakukan Bilqis sehingga dia begitu lelah,
“ hallo, apakah ada orang? “ Tanya Bilqis namun tidak ada yang menyahuti. Hening~
Tibatiba..
“ hehehehehe, aaa aaa aaa aaa hehehe “ suara tawa anak kecil
“ ada orang disana ? “ Bilqis berdiri dan mencari asal suara itu
“hehehe hehehe “ suara itu semakin dekat.
“ ini bukan permainan, ada orang disana ? serius deh!!! “ Bilqis mulai menjauhi asaal suara itu.
“ sini kakak, sini “ tepat dibelakang Bilqis ada anak kecil berambut panjang hitam, memakai baju longdress warna kuning,
“ aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa “ Bilqis berteriak dan langsung lari
“ sini kakak “ anak kecil itu malah bertambah banyak dari 1 menjadi 2 menjadi 4 seakan membelah secara meiosis.
“ kalian semua siapa ? “ Tanya Bilqis ditengah-tengah nafasnya yang terengah-engah karena masih lari.
Di ujung sana ada seorang bapak-bapak dan seorang lelaki yang sangat dikenali oleh Bilqis tapi bukan bapak-bapak itu,
“ siapa bapak itu ? “ Tanya Bilqis sendiri
“ kau lambat sekali, cepat kau selesaikan galian itu, yang dalam !! “ seru bapak-bapak itu dengan membentak,
“ Bagas, kamu ngapain coba ? “ Tanya bilqis dengan nafasnya yang masih memburu.
Bagas tidak merespon pertanyaan Bilqis, seolah Bilqis tak ada, Bagas tetap menggali galian itu dengan lambat sanagat lambat.
“ aghhh. Dasar kamu memang kelamaan ! “ seru bapak itu lagi. Kali ini ia mengepakan tangannya kearah Bagas dan mendorong Bagas masuk ke dalam galian itu.
“tidakkk, jangan. Bagaaaasss !! “ refleks Bilqis menarik Bagas dari galian itu, tapi setiap langkah yang dipijak Bilqis itu seakan menjadi boomerang bagi Bagas, tanah yang dipijak Bilqis, malah membuat Bagas tertanam di galian itu. Ternyata galian itu sudah sangat dalam melebihi tinggi badan Bagas.
“ sini kakak, sini kak sini “ ah Bilqis lupa kalo sedang mainan kucing-kucingan sama gerombolan anak kecil itu, Bilqis tertangkap.
Gedubrakk~
“ aduh sakit, Bundaaaaa “ teriak Bilqis. Ah lagi-lagi aku mimpi.
Bilqis melihat jam di dinding kamarnya. Gawaaat~ sudah jam 5 lebih 30 menit. Bilqis belum sholat subuh. Bilqis bangun dan lari ke kamar mandi secepat mungkin, Bilqis mengambil air wudlu lalu sholat subuh dengan perasaan yang tidak tenang. Bilqis fokus dan merasapi setiap surah yang ia baca dalam sholatnya. Pada saat sujud terakhir ia pelankan bacaannya “ subhaanaka allahuma rabbana wabihamdika Allahummaghfirlii “. Ia berharap untuk diberi ketenangan dan ampunan.
Setelah salam Bilqis berdoa agar mimpi semalam adalah hanya mimpi, mimpi yang tidak memiliki arti. Tak lama kemudian handphone Bilqis bordering. Bagas menelepon.
“ aku ingin kita putus “
lalu hanya terdengar suara napas Bagas.
Tuttt.. tut…
Bilqis diam. Ia tidak bisa mencerna kalimat Bagas. Apa maksud dari kalimat itu. Dan rasa apa ini.
Bilqis cepat-cepat memakai jilbabnya. Ia lari keluar rumah. Di halaman rumah Bilqis bertemu Ayahnya. “ mau kemana nak, pagi-pagi sudah sarapan ta kok keluar? “ Tanya ayahnya dengan logat Jawanya.
“ Bilqis ingin ketemu Bagas sebentar yah, sebentar ya ayah “ Bilqis berpamitan dengan ayahnya, berusaha menutupi rasa kawatirnya.
Tidak perlu membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di rumah Bagas, 20 menit dengan mengendarai mobil pun cukup. Bilqis menitipkan mobilnya ke pak Aming, beliau adalah penjaga rumah yang ada di rumah Bagas.
“ eh Mbak Bilqis, tumben pagi-pagi sudah datang kesini? “ Tanya pak Aming dengan ramah.
“ saya ingin ketemu Bagas pak, dia ada di dalam kan ya ? “ Tanya Bilqis sambil memberikan kunci mobilnya ke pak Aming. Agar dimasukkan ke halaman rumah Bagas.
“ eh anu mbak, mohon maaf. Mas Bagas ada di dalam rumah, tapi ibu sama bapak ada di Medan. Baru saja berangkat kemarin sore. Jadi mas Bagas didalam rumah sama teman-temannya, kemarin ramaii sekali hehehe” ujar pak Aming sambil tertawa dan menurut Bilqis pak Aming sedikit aneh. Tidak seperti biasanya.
“ oh begitu, saya masuk sekarang ya pak. Permisi “ pamit Bilqis karena sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Bagas.
“ emm sebentar mbak, nganu lo mbak “ kata pak Aming lagi
“ iya pak? “ tanya Bilqis dengan sedikit mengernyitkan alisnya.
“ hehe kayaknya ini mobilnya mbak Bilqis perlu dicuci ya, soalnya ini berdebu hehe “
Bilqis sudah tidak tahan lagi, ia menjelaskan ke pak Aming bahwa ia harus cepat-cepat bertemu dengan Bagas, Bilqis berjalan meninggalkan pak Aming, Bilqis tidak menyangka bahwa pak Aming tetap mengikuti Bilqis hingga ke dalam rumah Bagas. Seolah-olah pak Aming takut Bilqis mengetahui sesuatu.
Bilqis masuk ke rumah Bagas yang pintunya sudah terbuka. ada hal aneh yang terjadi disini, pikir Bilqis. Benar saja, terakhir kali Bilqis bertamu, rumah Bagas adalah rumah yang sangat rapi, ruang tamunya memiliki desain interior yang rapid an klasik. Kini ruang tamu Rumah ini bagaikan kapal pecah. Snack dan minum-minuman berkaleng berserakan. pada saat ini, Bilqis ingin sekali tetap huznudzan. Bilqis berjalan dengan kaki mungilnya yang gemeteran. Bilqis melangkahkan kakinya ke ruang tengah, ke ruangan, biasa ia dan Bagas menonton film. Bilqis menemukan Raja, teman Bagas, ia tergeletak di sofa. Ia tertidur lelap. Bilqis mulai menutup hidungnya karena ia mencium bau alcohol yang sangat mengganggu pernafasan Bilqis. Ia tidak membangunkan Raja, Bilqis tidak berani menyentuh apapun yang ada di dalam rumah Bagas, Bilqis melanjutkan langkah kaki mungilnya ke kamar Bagas, ia semakin gemetaran dan gugup, bilqis mendengar suara yang hanya bisa ia dengar ketika ia menonton drama Korea yang salah Genre. Kini Bilqis mendengarnya secara nyata, dengan telinganya sendiri. Pak Aming pun tak berani melanjutkan langkahnya, ia berhenti ketika mendengarkan suara desahan tuannya. Pintu kamar Bagas tidak dikunci. Belum ada 1 jam berlalu setelah Bilqis mendengarkan suara nafas Bagas setelah ia mengcapkan kata putus. Pintu dibuka dengan keras oleh Bilqis. Rena, sahabat Bilqis di kampus. Yang slalu menemani Bilqis ke perpustakaan kampus, sekelas bareng selama 7 semesteer. Kini ia melihat Rena tepat berada di bawah tubuh Bagas. Dengan mata Bilqis yang tiba-tiba terpejam, Bilqis berkata “ Jijik “
Bilqis lari keluar rumah Bagas dengan sangat kencang, Bilqis sengaja meninggalkan mobilnya, ia berlari dengan menahan apapun, rasa amarah, rasa kecewa, hati yang terluka, otak yang tiba-tiba berhenti berpikir jernih, kaki yang ingin melangkah secara cepat terus-terusan tidak ingin berhenti. Seolah-olah kaki Bilqis mewakili hati Bilqis yang tercabik-cabik oleh rasa cinta, rasa indah, rasa bahagia yang telah diberikan Bagas, itu semua berubah, berubah menjadi rasa sakit. Hingga kini Bilqis sudah sampai di depan Rumahnya sendiri. Ia tidak masuk kerumah, ia berdiri di depan pagar rumahnya sendiri. Ia diam, ia merasakan tubuhnya tidak bisa digerakkan lagi, ia mengatur nafas pelan-pelan.
Bilqis Aisyah Al-Farisy. Gadis 24 tahun yang pernah dikhianati oleh sahabatnya sendiri dan seseorang yang sangat ia cintai. ia berkata “ tidak ada gadis salihah yang menerima untuk diajak berpacaran, tidak ada lelaki salih yang mengajak teman perempuan seumurnya pergi kerumah sebelum orang-orang yang duduk disebelahnya mengucapkan Sah “.


Oleh : Riski Ganesa Putri.