Good Bye, Solitude !




Halo. Aku hadir kembali di Blogger
Sudah lama hiatus dari dunia fiksi, rasanya tidak mungkin aku bisa melanjutkannya wkwk. Ah bakal mengeluh lagi ini nanti. Lanjut menulis tanpa mengeluh ini, Janji.

Perkenalkan, karakterku disini dipanggil Cupcake. Nama yang bagus yang dianugerahkan oleh Author cerita ini untukku. Author menulis ini bukan berarti Cupcake menyebarkan toxic negativity buat kalian. Cupcake hanya ingin berbagi, apa yang Cupcake rasa, Cupcake alami dan akhirnya Cupcake temukan obat dari penyakitnya ini. (iyes, Cupcake lagi sakit parah).

Pertama-tama dimulai dari sifat ambisius dan "tak terkalahkan" dalam diri Cupcake yang sebenarnya lemah. Cupcake jadi orang yang labil tapi tidak gampang putus asa. Saat Cupcake lelah, and she need to calm her self down, Cupcake mencari kesenangan sampai dia melupakan mimpi-mimpinya. Ada 100 mimpi lebih yang pernah Cupcake catat di selembar kertas putih. banyak yang tidak tercapai tapi beberapa mimpi itu ada yang menjadi kenyataan. Nah, dimulai dari sinilah. sikap ambisius Cupcake auto naik. Dia tambahlah ya. Jadi ada 3 mimpi yang ada di otaknya. tapi belum dia catat karena mereka sedang mencari jalan bagaimana cara mewujudkannya.

Sampai detik ini, Cupcake kira. Hidupnya akan berjalan mulus sesuai rencana. KENYATAANNYA TIDAK. Cupcake hanyalah seorang manusia lemah yang bisanya cuma merencanakan, mengeksekusi tapi finishingnya. Bukan Cupcake yang menentukan. Tapi, semesta yang selalu ada. Allah SWT.

Semesta menjadikan dia manusia yang paling lemah diantara manusia-manusia ciptaanNya. Impuls untuk menyerah ? banyak sekali guys. Bahkan tanpa dia mencarinya dia pun sudah mendapatkannya. iyap, dari lingkungan ada, internal bahkan eksternal juga ada. Dimanapun ada. Dia butuh waktu sekitar 1 tahun untuk bisa memfilternya. Benar-benar penuh drama dan mental anxiety. Dilihat dari luar sih sehat, bugar bahkan bisa mendoakan "GWS" buat teman yg sakit. tapi di dalam? nah ini yang dia maksud dari Internal. It's means that from your own self. 

Berkali-kali Cupcake mencoba untuk berdamai dengan dirinya sendiri, Cupcake inginkan kembali mindset di kepalanya yang dulu. di waktu ketika dia "tidak perlu menangisi kehidupan yang fana ini". 
banyak teman-temannya yang bilang "bersyukurlah, ada orang yang lebih menyedihkan daripada ini" 
definisi bersyukur adalah menerima dan bahagia atas rezeki yang dikasih, rezeki apapun itu. seperti kesehatan, ketidaksendirian, adanya keluarga yang lengkap, rela berbagi dan lain-lain.

Kemudian, Prasangka atas diri sendiri like " you are poor ". It's definitely kill yourself, your confidence and finally your skill become nothing, useless and dead meat! 

Here, let me eh btw kok malah bahasa inggrisan, sepurane aku wong njawi yoan. Anyway. Disini Cupcake mau ngasih tau, kesepian itu memang toxic. It's toxic negativity. Kesepian disini bukan berarti kesepian atas kehendak diri sendiri, orang millenial call it "me time or quality time" BUKAN ITU YA. Tetapi kesepian yang dibuat oleh diri sendiri misalnya gini, asumsi tidak kesepian adalah ketika ada banyak orang yang memperhatikan dan selalu ada banyak orang yang harus menemaninya. Sehingga ia tidak merasa diasingkan oleh orang-orang disektitarnya. Lalu asumsi ketika kesepian, dia sedang sendirian dan tidak mencoba untuk menghargai kehadiran orang-orang disekitarnya, dengan kata lain. Orang lain harus mengajaknya dulu untuk bertemu. Barulah ia lega karena dengan diajak menurutnya dia masih diinginkan dan dianggap.

Cupcake sudah memberikan clue, bahwa kesepian yang seperti itu bisa menyebabkan depresi. But, tidak semua orang seperti itu, absolutely not. Jadi tidak semua orang bisa memahami apalagi menghargainya. Impuls dari keadaan akan mempengaruh mindset seseorang. Ada yang harus merasakannya dulu baru bisa menghargai, Ada yang cukup melihat saja sudah bisa memahami, menghargai dan menerimanya.

Let's try to open our midset bahwa kesepian itu wajar, yang tidak wajar itu Insecure yang ditimbulkan oleh efek kesepian itu tadi, apalagi sudah lama punya mindset bahwa " eh dia enggak ngajak aku, aku enggak penting baginya " terus dengan statement itu. Kamu menyatakan mundur dari persaingan di bumi ini? 
Hei, Jika hidup yang dijalani sudah buruk, apakah iya seseorang akan berdiam diri? merenung? mungkin iya ada. But it's not fix everything that mess up. Sebenarnya usaha untuk berdamai dengan diri sendiri walaupun itu sangat kecil. Itu tetap sebuah usaha. Accept it and please! Try to connects others. Do it and be happy:)

Enggak tanya? sekarang Cupcake diposisi mana? wkwk 
akan ada banyak cerita bahkan opini yang akan akan Nesa tuliskan, so wait them yaaa!

Btw lagi ngerjakan skripsi ini woi gmn ini malah observasi karakter buat Middle Testnya kejauhan. Udah deh ya biarin. Namanya juga prodi Sastra yakan!

Terimakasih sudah baca yaa. Semoga kalian bisa sembuh dari insecure yang ada di dalam diri kalian. :) 

0 komentar:

Posting Komentar