Refleksi Part 1


Naury, begitulah orang-orang biasa memanggil namaku, aku yang memiliki nama lengkap Naury Nabila lahir di Jombang, tanggal 14 bulan Januari tahun 1998. Ya mungkin namaku Naury karena aku lahir di bulan Januari. Tapi aku lahir premature, sekitar 7 bulan lebih ibu sudah melahirkanku ke dunia ini. Harusnya 9 bulan ya? Sayangnya tidak sampai 9 bulan.


Sebagai gadis 19 tahun yang dulunya pernah dilahirkan secara premature. Tentunya menjadi perbedaan spesifik diantara gadis-gadis lainnya. Misalnya, aku tidak bisa lari seperti teman-temanku. Pernah di ujian akhir sekolah aku disuruh lari 100m dengan durasi yang sesingkat-singkatnya. Jadi gini, jika ingin nilainya bagus maka durasi lariku harus lebih pendek dari yang lain. Ya, tentunya aku tidak bisa. Tapi aku bersyukur karena namaku ada di daftar 5 besar dari 35 murid yang durasinya paling panjang. Nice bukan?

Aku tidak bisa lari bukan karena aku pasrah dengan kenyataan, tapi nyatanya memang manusia tidak bisa lari dari kenyataan. Sedangkan aku juga seorang manusia biasa yang mencoba keluar dari zona nyaman yang seadanya. Ya, kecuali manusia bisa menciptakan ruang waktu sendiri seperti Drama Korea yang judulnya Longing Heart yang baru tayang bulan Januari 2018 ini. Bukan, kisah ini tidak akan se-dramatis kisah romantis drama korea pada umumnya. Tentu saja tidak akan, penasaran?? Ya atau tidak? Ya baca sampai tamatnya yaaa. Hehe 



Fisiknya naury? Aku dong? Ya gini-gini aja. Kata orang sih aku cantik kalo sedang ada maunya, jadi kesimpulannya nuary jelek ya? Naury ini aku kan?? Ya gadis mana yang bakal bilang kalo dirinya sendiri cantik wkwk ngakak deh jadinya. Eh tapi kan ini cerita. Jadi harus dibilang ya ini? Iya deh banyak orang yang memuji sih, tapi ya gitu kan lahir premature jadi ya tetap aja banyak kekurangan. Tinggiku hanya 154cm, berat badanku 47kg, kulitku putih karena dari kecil tidak suka main kelereng panas-panasan. Apa berpengaruh sama warna kulit? Yaiya Jombang kan bukan kategori kota hujan. Hobiku sih membaca dan menulis gitu, jadi kalo masuk ke kamarku jangan salahkan aku jika kalian menemukan banyak kertas-kertas berserakkan. Hehe bukan termasuk komproisme sih, kan kertasnya bagus dan bukan sampah sebenernya, jadi gini, setiap aku merasakan ada getaran diantara aku dan masalaluku, ya aku berusaha untuk menulisnya dalam bentuk puisi. Meskipun puisinya banyak yang receh gitu. Tetap guys. Uang 100 ribu tidak akan jadi 100 ribu jika 100 rupiahnya diambil. “ eh ada pengamen, kasih nih 100 rupiah “ (ya tega banget jaman now gitu ngasih pengamen only 100 rupiah). Ya kan ini misalnya. Pokoknya 100ribu tidak akan utuh jika 100 rupiahnya diambil. 100 rupiah kan receh. So menurutku, perasaan yang timbul dari hatiku, meski receh sereceh-recehnya gitu, tetap aku hargai. Maka dari itu, aku abadikan dalan bentuk puisi. Ya kenapa tidak di potret aja kan tidak ribet nulis-nulis segala, haha kamu kira perasaan bisa dipotret? Ya bisa sih kalo ke rumah sakit wkwk tes diagnosis penyakit, pas ditanya dokter sakit apa gitu, jawabnya “ sakit dok perasaan saya, saya terus-menerus terbelenggu masalalu, seperti teriris-iris gitu “ (kan makin receh ini jadinya)

Ibuku yang biasa aku panggil Umi suka membuatkanku pudding coklat, so makanan favoritku ya yang ada cokelatnya hehe, aku tipe anak yang tidak suka makan ikan, ayam pokoknya yang berbau amis-amis gitu aku anti banget. Umi adalah kategori supermom yang dengan super overprotectivenya. Sampai aku SMA loh masih diantar-jemput, dan bisa diitung pake jari sih seberapa pernah aku ikut nongkrong di malam minggu syahdu. Hehe ya karena itu tadi, my mom is my time. How about dady? Hmmm aku minta maaf sekali karena aku tidak bisa banyak menceritakan bagaimana abahku, karena kalo tidak salah, waktu aku masih TK gitu, orangtuaku bercerai. Fyi aja nih, abah masih hidup Alhamdulillah. Aku lupa kapan terakhir bertemu dengan beliau. Aku rindu sekali, tapi aku menjaga perasaannya umi, umi bilang


“ Sama abah jangan lama-lama ya, umi takut kamu dibawa abah kerumahnya dan tidak dikembalikan ke umi lagi, biar abah sama kakakmu, Nove.”

Aku jadi ingat dengan kakaku, kak Nove, dia lahir 2 tahun lebih dulu dari aku, yang pada intinya dia lebih sempurna daripada aku. Ya, karena dia tidak premature, setiap aku merasa rendah daripada kakak, umi selalu menyemangatiku, dan kakak malah sombong. Pokoknya kakak adalah manusia terjahat yang ada di bumi ini. (versi aku bukan versi on the spot). Tapi aku tidak bisa bohong sih, kadang aku juga bisa merindukan manusia jahat itu, kakak pernah memilihkan variasi gorden untuk kamarku, biar kamarku ada unsure estetikanya, kakak mendesain sedemikian rupa, dengan dasar warna coklat, warna kesukaanku, Aku tiba-tiba merasakan hangatnya secercah cahaya putih yang menyusup dari gorden kamar persegi empatku,


“ Naury, kamu sudah sholat subuh belum ? “ suara umi asalnya dari mana ya?

“ Naury, sudah jam 5 pagi ini “

“ Umi, aku sudah sholat kok, aku kesiangan karena tadi malam baca novelnya bang Syaiha yang baru sampai rumah dari Bogor kemarin, sampai lupa waktu malam, jadi sepertinya setelah sholat aku ketiduran lagi “ aku menjawab pertanyaan umi sambil membuka wajahku dari selimutku.


“OOH ASTAGHFIRULLAH” teriakku seketika melihat wajah umiku, beliau seperti memakai semacam masker hitam di wajahnya, dan yang paling menyeramkan, umi juga membelalakan kedua bola matanya. Fiuhhh~

“ sayang, hehehehehehe ini umi pakai masker kopi, teman umi baru membuka usaha kecil-kecilan gitu, jualan masker.”
“ ah elah mi, udah tua juga “ jawabku ketus.
“ haloooo, gini-gini mamimu ini punya style yang lebih jaman now drpd kamu nak. Ih “ umi loh bisa-bisanya bilang gitu hahahahahaha.
“ hehe iya iya umi yang ter-Mami jaman Now, ohya mi “ aku sedikit nyengir sih~
“ aaaa-appa ? “ umi berkata apa gitu sambil hati-hati banget, soalnya maskernya udah kering jadi udah pecah-pecah gitu.
“ aku barusan mimpi, ditanyain orang-orang tentang karakterku mi “ jawabku sambil siap-siap tiduran lagi. 




0 komentar:

Posting Komentar