Andini masih terpaku dengan pertanyaan
ayahnya, ia mengambil hapenya dan sms firman,
Send : firman
firman, apakah kau tau ayahmu itu sahabat
ayahku ?
Andini memandang layar ponselnya
tanpa arah seeprti melamun belum juga ada balesan dr firman
Send : firman
firman ?
layar itu tetap sama daritadi
berwarna pink dengan tema boneka panda dan wallpaper andini sedang berpose
manis dan anggun di bali kemarin ketika liburan bersama temantemannya
send : firman
semoga sibukmu
bermakna murni dan semoga sehat selalu
andini sekarang sudah meletakkan ponselnya
di samping bantal kasurnya ia sekarang menatap buku kimia yang akan dipelajari
besok,
hening.. hanya ada suara goresan
pensil dari tangan andini lampu kamar andini mulai remangremang hanya ada lampu
didepan kepalanya dan cahaya monitor laptop yang hanya menyala berwarna biru, suara
pensil itu perlahan menurun dan benarbenar hening dan sayup hanya sepoisepoi
angin yang memburu, tapi lampu itu masih bersinar terang dikepalanya andini, andini
meletakkan kepalanya di atas meja dan menelungkupkan tangannya untuk dijadikan
bantal, ngantuk, hampir larut memang tapi kepala andini masih banyak berproses
namun matanya sudah hampir menutup, andini bertasbih berharap dirinya tenang
dan nyaman, ia berjalan melewati lemari berwarna cokelat muda yang ada tempelan
foto di pintu lemari andini pelanpelan meletakkkan badannya diranjang dan tetap
bertasbih, lampu meja belajar andini masih menyala mungkin pikirannya masih
menyala andini teringat mimpinya tentang angsa dan teringat doanya untuk
memberikan kekuatan pada kaum yang kurang, andini terlonjak dari ranjangnya
bukan karena ingat akan mimpi dan doanya tapi kehadiran sosok yang dikenali
oleh andini dengan remangremang andini melihatnya bukan takut kerana seperti
hantu tapi takut akan kelakuannya yang diamdiam masuk tanpa ketuk pintu dan
bersuara, andini menatap tajam bayangbanyag itu
“belum tidur kan dinda ? “
bisikbisik kak andi bernada
“ apa yang kak andi lakuin ? “
“ aku yakin kau belum tidur kan, aku
khaawatir dinda atas pertanyaannya ayah tadi?” kak andi sambil menyalakan lampu
kamar
“ em, iya kak, aku kepeikiran
tentang itu “ adinda hanya menunduk
“ ehm, dinda purapura aja ngga tau ya, sebenarnya kau
harusnya bahagia adinda “ kak andi sekarang memunculkan senyumnya yang tadi
disembunyikan
“ maksut kakak ? “ Tanya adinda
dengan mengernyitkan dahi
“ sebenaranya “ kak andi dengan
bikin penasaran
“ apa kak “ adinda sekarang menatap
kak andi
“ kau dijodohkan dengan firman “
“ hehehe, udah malem mungkin kakak
tadi kesini ngelindur kali ya, udah ah kak aku mau tidur “
“ eh bentar dong adinda, aku serius
“ sembil menarik tangan adinda yang siap meluncurkan tubuhnya ke rangjang
“ serius kak ? “ sekarang adinda
serius bertanya dan mekin tajam menatap kak andi, tapi posisinya andini yang
ngga jadi meluncur ke ranjang itu lucu banget :D
“ yaelah, anak ini ngga percaya,
beneran lah “
“ coba jelaskan agar aku bisa
percaya “ tukas andini yang makin ngga percaya
“ aduh dinda, gini ya sekarang kita
hubungkan antara logic dan penalaran, ayah kita dan ayhnya firman sahabat di SMA,
firman dan kamu kebetulan juga dekat, dan tadi ayh tibatiba menanyakan hal
seperti itu kan din “ jelas kak andi
“ kakak, benaran deh kakak
ngelindur, itu ma berdasarkan yang difikiran kakak aja kan, belum fakta kak “
jawab andini
“ klo kakak ngelindur kamu cubit deh
kakak pasti sakit, aku yakin gitu dinda “ jelas kakak secara paksa
“ udah deh kak “ andini memasukkan dirinya
didalam selimut
“ adinda “ pinta kak andi
“ nicedream kakak “ suara andini
dari dalam selimut

0 komentar:
Posting Komentar