Pendakian "Santai" Puthuk Siwur

Dokumen Pribadi


Di bulan Oktober ini, Manusia bernama Ganesa ini terbukti sukses dalam acara pendakian pertamanya, dimulai dari cek-cok terlebih dahulu, sampailah pada keputusan mufakat. Mendaki gunung yang rendah dan cocok bagi pemula.

Puthuk Siwur yang berada di atas 1,429 mdpl ini merupakan jalur alternatif lain menuju Gunung Pundak melalui Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. 

Perjalanan ia mulai dari Surabaya, tepatnya pukul 20.00 setelah ia selesaikan meeting di kampus. Ia langsung gas menuju lokasi persewaan tenda dan kawan-kawannya di daerah Sidoarjo, perjalanan dari Surabaya lumayan padat, Namun, setelah lepas dari daerah Bungur. Perjalanan cukup rame dan lancar.

Ketika ban sepeda melewati batas daerah antara Mojosari dan Pacet, hawa dingin langsung menyambut jiwa. mereka seperti berlari-larian diantara pintu ruang jiwa yang terbuka.

Tidak ada yang istimewa saat perjalanan dari Surabaya ke Pacet. Hanya saja pikiran-pikiran negatif terngiang-ngiang setiap melewati jalanan yang sepi.

Tiba di Pos Perizinan, ia packing ulang agar nyaman digunakan untuk mendaki, sekitar 6 buah botol aqua besar ia bawa untuk persediaan air di atas, mengingat di atas tidak ada sumber air.

Setelah packing, ia memulai pendakian dengan berdoa terlebih dahulu, tenang dan syahdu ia berdoa dengan penuh keyakinan bahwa ia pasti akan berhasil. Selamat dari awal mendaki dan mengakhiri pendakian..

Awal mendaki ia hanya menemukan perjalanan setapak yang cukup landai dengan suguhan hutan belantara yang sepi. Disini ia merasakan dan memahami definisi dari kalimat ..

" Aku takut sepi, tapi yang lainnya tak berarti "

Langkah demi langkah ia lalui, setiap 10 menit sekali ia beristirahat. tidak peduli waktu yang terus berjalan, sekitar 23.00 WIB ia baru menemukan pos 1 pendakian Puthuk Siwur.

Cuaca saat itu sangat mendukung, Cerah dan sunyi. tenang..

Jalur demi Jalur ia lewati sesuai dengan tanda yang terlihat jelas di sisi kiri dan kanan jalan, ia menghindari rasa takut berulang-ulang kali. Sepi tak menjadikan tekatnya ciut.

Berjalan ke depan mengabaikan rasa dingin hingga mencapai puncak. Selama mendaki rasa dingin tidak begitu terasa karena tubuh sibuk mengumpulkan tenaga agar tetap kuat dan sehat hingga puncak.

Pos 2 sudah ada di depan mata. bukan lagi hutan belantara yang ia temui. ia menemukan sebuah ladang luas milik warga. Disini keindahan mulai terlihat dan membuat manusia yang bernama Ganesa hanya bisa menatap nanar. Ia kagum..

Baru pertama kali ia melihat kumpulan bintang yang bersinar tepat diatas ia berdiri. Indah. Ia tidak bisa lagi memungkiri hingga membuatnya menunduk.

Lama ia menatap ke atas, menikmati keindahan yang luar bisa indah.

Waktu semakin malam, suhu semakin menurun, dingin mulai terasa ketika di daerah pos 2. Ia melanjutkan perjalanan menuju pos 3. Sekitar 35 menit ia sudah sampai di Puthuk Siwur.

Perjalanan menuju Puthuk Siwur dari pos 3 benar-benar menguras tenaga. Bukan lagi jalan landai yang ia temukan.

Melainkan jalan yang benar-benar seperti panjatan. Debu dan angin seolah-olah menari menemani perjalanannya.

Di Puthuk Siwur, sang Bulan terlihat jelas menemani  bintang-bintang yang kerlap-kerlip. Sungguh semesta, kau sangat indah..

"Subhanallah" sudah berulang-ulang kali ia ucapkan,

Sekitar pukul 2 pagi tenda telah berdiri dengan kokoh, di Puthuk Siwur ia menemukan pendaki-pendaki yang juga Camp disana. Sifat Unsos manusia yang bernama Ganesa ini diuji. Setiap tidak sengaja bertemu pandang dengan orang-orang yang ada disana, ia harus menyapa dan tersenyum.

Rasa kantuk sudah hadir menggantikan rasa khawatir yang ragu.

" bisa engga ya, sampai puncak ? "

Sudah tidak khawatir dan tidak ragu lagi, ia percaya bahwa jika sudah berniat untuk bisa, pasti bisa..

Sekarang sudah terbukti. Di atas Puthuk Siwur. Ia tertidur dengan nyenyak seolah-olah berada di dalam kamarnya yang ada Jombang.

Kegelapan sudah berlarian meninggalkan sebagian orang-orang yang masih tidur nyenyak. Sebuah sinar dari ufuk timur mulai terlihat menggantikan sinar bulan.

Manusia yang bernama Ganesa perlahan-lahan membuka matanya, menyiapkan pendengarannya yang perlahan-lahan terisikan oleh suara-suara gemuruh angin.

Ia menggerakkan kakinya untuk keluar dari tenda. Baru membuka tirai tenda ia sudah terkagum-kagum dengan pemandangan yang ada di depannya.


Dokumen Pribadi


Ia tidak menyangka pemandangan pagi yang cerah akan menemani perjalanannya kali ini, benar-benar ada di atas:))))

Meskipun saat itu Gunung Penanggungan sedang terjadi kebakaran, Puthuk Siwur masih aman untuk di daki dan tidak hujan.

Ia mencari-cari kabupaten yang mana menjadi tempat lahirnya, tak ia temukan. Dari atas semuanya terlihat kecil seperti melihat peta 3D.

Setelah dirasa cukup menikmati pemandangan yang luar biasa indah dan luas, ia memutuskan untuk turun, ia bergegas packing.

Waktu sudah menunjukan pukul 08.30 pagi. Ia turun dan ternyata WOW. Memang sebelum menuruni pos 3 jalanan sangat terjal dan penuh dengan batu-batuan. Akan tetapi, setelah melewati pos 3. WOW

SUBHANALLAH.

Hutan belantara yang semalam membuat Ia ketakutan, pagi ini sungguh-sungguh indah. Hutan pinus dengan berbagai jalan liku-likunya. Indah....

Dokumen Pribadi


Ia pasti akan merindukan suasana ini lagi, tenang dan damai..

Sekitar pukul 10 lebih ia sudah kembali di pos perizinan, setelah ia bersih-bersih  dan packing ia melapor kepada petugas yang jaga di Pos Perizinan.

Ia kembali otw ke Surabaya, menjemput kewajiban yang harus dilakukan :))  

#Tantanganodob  #odopbatch6 

0 komentar:

Posting Komentar