Chapter 5 - My dreams and My love

http://shorturl.at/bfCIU

“ Firman, aku berangkat ke sekolah dulu ya “ pamit Andini yang memecah keheningan,

Belum sempat Firman membalas Andini lari-lari kecil memasuki mobil yang sudah siap membelah jalan yang sudah dari tadi ramai.

“ Aku nganterin adindaku dulu “ 
Pamit kak Andi dan tetap dengan tertawa

Anggukan firman menjadi jawaban untuk Andini dan mas Andi,
Aku melihat Firman dari kaca spion mobil dia masih berdiri sampai bayangannya tertelan jarak,

“ Beri aku makan, beri aku makan “ begitu jelas suara massage tone di hpku langsung aku buka hpku dan membaca 1 pesan

Firman
Ucapkan bismillah di setiap pijakan yang kamu anggap sebagai awal dari sebuah kisah dan semangatlah 

Aku tersenyum dan semangat dalam tubuhku rasanya bangkit dan semakin bangkit aku akan membalasnya.

Andini
sudahlah firman pertemuan tadi pagi saja udah buat aku semangat dan ditambah lagi dengan smsmu barusan

Firman
dan jangan anggap aku sebagi lelaki pengangguran yang hanya mempunyai pekerjaan untuk mengirimi pesan motivasi yang hanya aku tujukan padamu

Andini
salah besar, aku bahkan menganggapmu sebagai lelaki yang super sibuk dan doa-doa yang aku panjatkan untukmu agar sampai di tujuan terakhir tempatmu berlabuh

Firman
terimakasih andini, mawar dihatiku selalu bermekaran dan setiap berganti waktu bahkan detik aku selalu merawatnya dan aku jadikan filosofi terindah antara  Firman dan Andini

Andini
semoga yang kau tuliskan benar firman

Mobilku terasa semakin pelan, aku masukkan hpku ke dalam tasku dan keluar mobil setelah berpamitan dengan kak Andi

“ Asa ekstrakulikuler ?” Tanya kak Andi.
“ Iya kak entar aku sms kalau sudah waktunya pulang, dan aku ngga..” 

Sebelum Andini menyelesaikan kalimatnya kak Andi langsung menyambungnya

“ Dan aku ngga suka menunggu jadi jangan telat jemput “
“ Memang kakakku orang Saturnus yang perhatian, bye ya kak “ timpalku

“ Hehehe “ 
kak Andi hanya tertawa dan melingkarkan telunjuknya dengan ibu jarinya yang mengisyaratkan 

“Oke”

Aku langsung berlarian menuju kelasku yang ada di lantai 2, aku sekolah di Madrasah dan ada di jurusan IPA sama seperti kak Andi meskipun begitu aku harus pandai di bidang bahasa dan bidang  IPS bahkan agama juga harus pandai.

“ Pagi andini “ sapa Pinky dan Pinka

“ Hai pagi “

Dengan senyum aku menjawab, mereka adalah teman sekelasku yang kembar siam mereka sangat mirip sampai-sampai udah 2th sekelas aku masih salah manggil mereka, bener sih dia bernama pinky dan pinka tapi seperti membalikkan takdir dia itu ngga suka sama warna pink dan warna merah,

Tetapi dia termasuk sahabatku yang baik, 

Ada sahabat yang sangat baik sekali dan pintar dalam kelas dia bernama Yunda dia cantik, putih dan pintar, 

~yeah barusan difikirin dia udah datang

“ Andini, kamu tumben berangkat pagi ? “

“ Iya nih, kakakku sedang pulang jadi aku ngga bareng sama ayah “ jawabku lancar.

“ kakak Andi pulang ? “

Kenapa yang ditanyain kak Andi ? :V

“ Kamu frontal banget sih Yunda, iya kakakku pulang kak Andi, main kerumah deh, kalau ada kamu pasti dimulai deh perang debatnya, sedangkan aku hanya menolehkan leherku bergantian ke arahmu lalu ke kak Andi dan begitu seterusnya “

Aku balas Yunda dengan panjang lebar

“ Yeah~ seru dong, habis kakak kamu sih selalu dahuluin buat debat… “ Yunda belum sempat nerusin kata2nya

“ Dan debat itu ngga akan panjang jika kamu cukup membalasnya dengan kata just “iya” “ 
Aku langsung tangkap kata-kata Yunda

“ Andini, kan aku belum selesai bicaranya “
Protes Yunda, aku termangu..

“ kamu kan tau cita-citaku itu menjadi dokter seperti kakakmu “
Tambahnya

“ seperti kakakku ? kenapa harus seperti kakak kenapa ngga seperti Avicena aja yang 1000 kali better dari kakak “

“ ssstttt, diam Andini, semua orang itu berbeda, biarlah kamu mandang kakakmu seperti itu tapi jauh direlung lubuk hatimu kakakmu adalah makhluk Saturnus yang paling aneh, dan teruskan perspektifmu itu andini “
Jawab Yunda... (apaan sih :V )

“ wah dasar Yunda “ aku memukul pelan pundaknya

(tintongtintong )

Bunyi dimulainya pelajaran telah terdengar, 

Aku menatap buku yang ada di atas meja yang bersampulkan lampu yang didalamnya terdapat bintang-bintang warna-warni membuatku teringat oleh pesan kak Andi yang menyuruhku untuk fokus dan terus fokus…


2 komentar:

  1. Aku udah ngikutin dari yang pertama nih kak
    Ceritanya bagus, alurnya sederhana.

    Hanya biar lebih enak dibaca lagi, coba setiap mulai percakapan awali dengan huruf besar ya kak
    Seperti “Firman kamu ...”

    Mungkin kk lupa, ku hanya mengingatkan 😁😁😁

    BalasHapus
  2. Siap kakak terlove deh krisannya. aku suka gitu kalau ada yang selalu ingetin mana yg harus dibenerin wkwkkw

    BalasHapus