http://shorturl.at/bfCIU
“ Firman, aku berangkat ke sekolah
dulu ya “ pamit Andini yang memecah keheningan,
Belum sempat Firman membalas Andini
lari-lari kecil memasuki mobil yang sudah siap membelah jalan yang sudah
dari tadi ramai.
“ Aku nganterin adindaku dulu “
Pamit kak Andi dan tetap dengan tertawa
Pamit kak Andi dan tetap dengan tertawa
Anggukan firman menjadi jawaban untuk Andini dan mas Andi,
Aku melihat Firman dari kaca spion mobil
dia masih berdiri sampai bayangannya tertelan jarak,
“ Beri aku makan, beri aku makan “
begitu jelas suara massage tone di hpku langsung aku buka hpku dan membaca 1
pesan
Firman
Ucapkan bismillah di setiap pijakan yang kamu anggap sebagai awal dari sebuah kisah dan semangatlah
Aku tersenyum dan semangat dalam
tubuhku rasanya bangkit dan semakin bangkit aku akan membalasnya.
Andini
sudahlah firman
pertemuan tadi pagi saja udah buat aku semangat dan ditambah lagi dengan smsmu
barusan
Firman
dan jangan
anggap aku sebagi lelaki pengangguran yang hanya mempunyai pekerjaan untuk
mengirimi pesan motivasi yang hanya aku tujukan padamu
Andini
salah besar,
aku bahkan menganggapmu sebagai lelaki yang super sibuk dan doa-doa yang aku
panjatkan untukmu agar sampai di tujuan terakhir tempatmu berlabuh
Firman
terimakasih
andini, mawar dihatiku selalu bermekaran dan setiap berganti waktu bahkan detik
aku selalu merawatnya dan aku jadikan filosofi terindah antara Firman dan Andini
Andini
semoga yang kau
tuliskan benar firman
Mobilku terasa semakin pelan, aku
masukkan hpku ke dalam tasku dan keluar mobil setelah berpamitan dengan kak Andi
“ Asa ekstrakulikuler ?” Tanya kak Andi.
“ Iya kak entar aku sms kalau sudah
waktunya pulang, dan aku ngga..”
Sebelum Andini menyelesaikan kalimatnya kak Andi langsung menyambungnya
Sebelum Andini menyelesaikan kalimatnya kak Andi langsung menyambungnya
“ Dan aku ngga suka menunggu jadi
jangan telat jemput “
“ Memang kakakku orang Saturnus yang
perhatian, bye ya kak “ timpalku
“ Hehehe “
kak Andi hanya tertawa dan melingkarkan telunjuknya dengan ibu jarinya yang mengisyaratkan
“Oke”
kak Andi hanya tertawa dan melingkarkan telunjuknya dengan ibu jarinya yang mengisyaratkan
“Oke”
Aku langsung berlarian menuju
kelasku yang ada di lantai 2, aku sekolah di Madrasah dan ada di jurusan IPA
sama seperti kak Andi meskipun begitu aku harus pandai di bidang bahasa dan
bidang IPS bahkan agama juga harus pandai.
“ Pagi andini “ sapa Pinky dan Pinka
“ Hai pagi “
Dengan senyum aku menjawab, mereka
adalah teman sekelasku yang kembar siam mereka sangat mirip sampai-sampai udah
2th sekelas aku masih salah manggil mereka, bener sih dia bernama pinky dan
pinka tapi seperti membalikkan takdir dia itu ngga suka sama warna pink dan
warna merah,
Tetapi dia termasuk sahabatku yang baik,
Ada sahabat yang sangat baik sekali dan pintar dalam kelas dia bernama Yunda dia cantik, putih dan pintar,
Tetapi dia termasuk sahabatku yang baik,
Ada sahabat yang sangat baik sekali dan pintar dalam kelas dia bernama Yunda dia cantik, putih dan pintar,
~yeah barusan difikirin dia udah datang
“ Andini, kamu tumben berangkat pagi
? “
“ Iya nih, kakakku sedang pulang
jadi aku ngga bareng sama ayah “ jawabku lancar.
“ kakak Andi pulang ? “
Kenapa yang ditanyain kak Andi ? :V
“ Kamu frontal banget sih Yunda, iya
kakakku pulang kak Andi, main kerumah deh, kalau ada kamu pasti dimulai deh
perang debatnya, sedangkan aku hanya menolehkan leherku bergantian ke arahmu
lalu ke kak Andi dan begitu seterusnya “
Aku balas Yunda dengan panjang lebar
“ Yeah~ seru dong, habis kakak kamu
sih selalu dahuluin buat debat… “ Yunda belum sempat nerusin kata2nya
“ Dan debat itu ngga akan panjang
jika kamu cukup membalasnya dengan kata just “iya” “
Aku langsung tangkap kata-kata Yunda
Aku langsung tangkap kata-kata Yunda
“ Andini, kan aku belum selesai
bicaranya “
Protes Yunda, aku termangu..
“ kamu kan tau cita-citaku itu
menjadi dokter seperti kakakmu “
Tambahnya
“ seperti kakakku ? kenapa harus
seperti kakak kenapa ngga seperti Avicena aja yang 1000 kali better dari
kakak “
“ ssstttt, diam Andini, semua orang
itu berbeda, biarlah kamu mandang kakakmu seperti itu tapi jauh direlung lubuk
hatimu kakakmu adalah makhluk Saturnus yang paling aneh, dan teruskan
perspektifmu itu andini “
Jawab Yunda... (apaan sih :V )
“ wah dasar Yunda “ aku memukul
pelan pundaknya
(tintongtintong )
Bunyi dimulainya pelajaran telah
terdengar,
Aku menatap buku yang ada di atas meja yang bersampulkan lampu yang didalamnya terdapat bintang-bintang warna-warni membuatku teringat oleh pesan kak Andi yang menyuruhku untuk fokus dan terus fokus…
Aku menatap buku yang ada di atas meja yang bersampulkan lampu yang didalamnya terdapat bintang-bintang warna-warni membuatku teringat oleh pesan kak Andi yang menyuruhku untuk fokus dan terus fokus…

Aku udah ngikutin dari yang pertama nih kak
BalasHapusCeritanya bagus, alurnya sederhana.
Hanya biar lebih enak dibaca lagi, coba setiap mulai percakapan awali dengan huruf besar ya kak
Seperti “Firman kamu ...”
Mungkin kk lupa, ku hanya mengingatkan 😁😁😁
Siap kakak terlove deh krisannya. aku suka gitu kalau ada yang selalu ingetin mana yg harus dibenerin wkwkkw
BalasHapus