Pagi ini aku sengaja melewatkan sarapan sama Bunda, aku benar-benar tidak Mood makan. Setelah pamit sama Bunda dan Ayah, Aku melangkahkan kakiku mendekati bagasi yang ada di sebelah taman bunga mawar milik bunda, pikiranku masih belum bisa lepas dari bayangan Elnando. Tuhan, kapan aku ingin move on secepatnya.
Di dalam mobil, aku menemukan foto. Yaaaa~ fotoku sama Elnando. Di foto itu Elnando terlihat sangat mencintaiku, dia memandangiku yang lagi makan ramen terus kepedasan tapi Elnan Liatnya dalam banget. Tuhann.. kenyataannya dia meninggalkanku..
ah Bodoh amat..
Aku melajukan mobilku dengan santai, pinginnya gitu.
Tapi, dengan keadaanku yang sekarang. Seorang gadis yang baru saja putus sama pacarnya. acak-acakan. Kerudung juga lungset. Baju juga asal pakai tadi. rasanya semangat kuliah pun ikut memudar. Terus tiba-tiba aja gitu radio yang aku play muterin lagunya Marcell - Takkan Terganti. OH TUHAN. BUANG AJA AKU KE HUTAN PINUS.
dengan tidak sadar. Aku kencengin nih nanjak gasnya. Sumpah demi apapun. Harusnya aku Belok Kiri. TAPI AKU LURUS DANNNNN
BYUUUUUURRR..
Dengan kepercayaan diri yang sungguh tinggi tingkat Dewa. Dengan kegagahannya mobilku terbang sedemikian detik sebelum terjun bebas ke dalam sungai Kalimas.
Gelap dan dingin..
Tidak ada suara.
Hanya hatiku dan pikiranku yang berbicara.
"Tuhan tidak mengabulkan doaku, aku ingin pergi ke Hutan Pinus. bukan ke sungai Kalimas."
begitu kata hatiku.
" Sudah Elisa. Tubuhmu aja yang perlu ditenggelamkan di Sungai ini. Hatimu jangan ditenggelamkan di cinta palsu Elnan, Arusnya tidak sehat untuk kesehatanmu "
pikiranku yang jenius berkata begitu.
Tapi lagunya Marcel bilang gini ..
Meski waktu datang dan berlalu sampai kau tiada bertahan
Semua takkan mampu mengubahku
Hanyalah kau yang ada di relungku.
Hanyalah dirimu mampu membuatku jatuh dan mencinta
Kau bukan hanya sekedar indah ..
Kau tak akan terganti ..
Mungkin. Takdir inilah yang tepat. Aku harus pergi untuk sementara, aku belum siap untuk meninggalkan dunia ini selamanya Tuhan..
Mungkin beberapa hari atau bulan. Tak apa..
Setidaknya aku tidak perlu menghadapi waktu dimana aku bertemu Elnan di Kampus tapi semuanya tidak sama lagi seperti minggu lalu..
Aku tidak sanggup menahan air mataku:(
Pict By Pinterest.

0 komentar:
Posting Komentar