Aku Denisa. Aku umur 18 Tahun.
Aku hanya punya 1 Ayah yang sekaligus merangkap menjadi Ibu.
Suatu hari Ayah membelikanku tas, tasnya itu berwarna hitam sedangkan aku tidak begitu suka dengan tas yang warnannya gelap. Mungkin ayah tidak tahu karena selama ini ya aku jarang banget cerita soal apa yang aku suka dan apa yang tidak aku suka.
Mungkin Ayah memilihkanku tas itu supaya netral aku memakainya. Bisa dipakai dengan seragam batik sekolah yang warna hijau, seragam abu-abu putih, begitupun juga seragam pramuka.
Aku ingin menghargainya, aku ingin memakainya tapi malah aku membentaknya.
" aku tidak suka yah, tukar aja " pintaku gitu.
" Ayah lelah jika ke Pasar kota lagi, pakai aja gitu ini " jawab Ayah dengan ekspresi yang sangat lelah.
" ayaaaah " pintaku lagi sedikit memaksa.
" simpan aja kalau tidak mau, pakai tas yang lama aja besok " jawab Ayah sambil meninggalkan tasnya di kursi.
" aku mau yang baru yah " pintaku lagi
" ayah lelah " jawab ayah begitu sambil mengelap rambut kepalanya yang penuuh dengan keringat.
Aku memperhatikan ayahku dengan khidmat.
Beliau memang kelelahan, beliau juga baru pulang dari kerja.
" aku gamau pake ini besok " pintaku lagi sambil nangis.
" Denisa, sampai kapan kau tidak bisa menghargai orang lain? kau udah dewasa, jangan seperti anak kecil lah, mana bisa anak kecil bedain mana yang harus diutamakan kepentingan diri sendiri atau orang lain ? belajarlah menerima juga "
jawab ayah gitu, beliau menasihatiku.
Kalau dipikir-pikir aku sering menolak pemberian dari Ayah,
Harusnya aku begitu ya? aku harus menerima dan menghargai karena jika aku bersikap dewasa aku pasti bakal mengerti kalau Ayah tidak sama dengan Ibu yang mengerti semua kesukaanku, Ayah kan lelaki jadi beliau sering gitu cuek sama yang berhubungan dengan hal - hal feminim. harusnya aku mengerti.
Karena sering ngambek sama ayah, aku lebih suka mengurung di kamar. Aku belajar otodidak sendiri, kalau bosan aku nonton drama korea dan ngegame. Begituu setiap hari.
Aku jarang keluar sama teman-teman, karena ya gitu, aku lebih suka belajar di kamar.
Hingga tiba waktunya, Ujian Nasional selesai.
Teman-teman sibuk mempersiapkan Prom Night. Sedangkan aku, Aku ya sibuk Nonton Drama Korea di dalam kamar.
Hapeku berbunyi terus-menerus memaksaku untuk membukanya.
" haloo " suara seorang laki-laki terdengar dari sana.
" iya halo, ini siapa ya? " tanyaku kepadanya.
" ini aku Aldo dari kelas 12 B2 " jawabnya cepat
FYI, Aldo adalah cowok tertampan se-SMA 1. Hmmm aku pun bertanya-tanya mengapa dia meneleponku, aku menunggu dia hingga bersuara lagii.
30 detik
45 detik
1 menit
" Denisa, masih dirumahkan? " tanya dia lagi kemudian, setelah 1 menit.
" eh iya masih "
" engga ikut prom night ya? " tanya dia lagi.
" emm, engga, aku males sih " Jawabku dengan muka Bodoh amat
" kenapa ? " tanya dia lagi.
To be continued...
#tantanganODOP #onedayonepost #ODOPbatch6

penasaran..
BalasHapuswkwk sudah terjawab tuh kak di kisah 2
Hapussambungannya mannaaaaa.... (jadi penasaran)
BalasHapuswkwk sorry kalau lama kak
HapusSerangan 'gitu' nihh 😀
BalasHapusapa hayoo wkwkwk
HapusPenasaran juga...ah kebanyakan drakor nih jadi bikin endingnya bikin mikir keras hahahaha
BalasHapusEngga sekeras itu kok kak mikirnya wkwk
HapusAssalamualaikum...
BalasHapusWaalaikumsalam bu Yeti :))
HapusBagus...di tunggu sambungan ceritanya
BalasHapusSiap, Terimakasih banyak kak
HapusWah bikin penisirin ini mah...
BalasHapusMohon ampun hehehehe
HapusYa Allah, motongnya ga enak banget T_T
BalasHapusSambungannya mana ?
BalasHapussudah di kisah 2 kak. hehe sorry yaaaa
HapusProm night,, jadi kangen masa SMA
BalasHapusIya nih, aduh:(
Hapus