Kala Itu


Garis bayangmu butet
Melekat indah di mataku
Tak mampu awak memberi nilai terendah
Hanya untuk sekembang senyum bibir tipismu

Terpaksa aku menghianati kecantikan bidadari
Karna paras bidadari tak lebih indah dari lentik matamu
Seorang yang membuat awak berotak lebih dewasa
Yaitu kau butet

Air matamu bersumber dari surga
Putih kulitmu bak susu yang mengalir tak tahu derasnya
Hidung mungil lancip bak pucuk pohon cemara
Bola mata kau bundar indah menatap masa depan cemerlang

Hatinya lembut
Tak ada di dalamnya orang lain
Kecuali Allah dan keluarganya
Dan diri kau sendiri

Sebelum kau memilih dermaga hati
Tuk mengadu perasaan
Sungguh
Allah pencipta keindahan alam semesta


Kemanjaan terpancar dari rona pipimu
Yang merah-merah malu
Kala kau merasa takut
Atau sedang memendam senang

Tapi sebuah kenyataan tak dapat terpungkiri
Tujuan hidupmu hanya untuk Allah   
Bersimpuh lemah di atas selembar sajadah
Mengharap doa dan rahmat

Subhanallah…
Subhanallah…
Subhanallah



12 komentar:

  1. Masih bertanya-tanya kenapa ya judulnya 2016? xD

    Haha keren, suka buat puisi ya?

    Oh iya, kayaknya kata Allah harus selalu huruf besar, bukannya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, edited and noted wkwk makasih banyak krisannya

      itu kisah di tahun 2016 kak hihihihi

      Hapus
  2. Bagus bgt. Ngayal klo ada yg bikin puisi buat aku 😄. Tp kayanya lbh tepat baris "hatinya lembut" diganti dg "hatimu lembut".

    BalasHapus
  3. Bagus puisinya, aku jadi pengen bisa bukin puisi 😄 aku pandai bikin puisi

    BalasHapus
  4. Bagus kak puisinyaa, awak tuh bahasa mana ya kak? Penasaran wkwk 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Melayu kak. initu efek abis baca novelnya bang Terre :((

      Hapus
  5. Kenapa orang lain puisinya enak? Kalau saya puisinya selalu hancur.

    BalasHapus
    Balasan
    1. puisi yg hancur tetap seni kak wkwkwkwkwkwkkw

      yuk semangat berproses di ODOP

      Hapus