Garis bayangmu butet
Melekat indah di mataku
Tak mampu awak memberi nilai terendah
Hanya untuk sekembang senyum bibir tipismu
Terpaksa aku menghianati kecantikan bidadari
Karna paras bidadari tak lebih indah dari lentik
matamu
Seorang yang membuat awak berotak lebih dewasa
Yaitu kau butet
Air matamu bersumber dari surga
Putih kulitmu bak susu yang mengalir tak tahu derasnya
Hidung mungil lancip bak pucuk pohon cemara
Bola mata kau bundar indah menatap masa depan
cemerlang
Hatinya lembut
Tak ada di dalamnya orang lain
Kecuali Allah dan keluarganya
Dan diri kau sendiri
Sebelum kau memilih dermaga hati
Tuk mengadu perasaan
Sungguh
Allah pencipta keindahan alam semesta
Kemanjaan terpancar dari rona pipimu
Yang merah-merah malu
Kala kau merasa takut
Atau sedang memendam senang
Tapi sebuah kenyataan tak dapat terpungkiri
Tujuan hidupmu hanya untuk Allah
Bersimpuh lemah di atas selembar sajadah
Mengharap doa dan rahmat
Subhanallah…
Subhanallah…
Subhanallah

Masih bertanya-tanya kenapa ya judulnya 2016? xD
BalasHapusHaha keren, suka buat puisi ya?
Oh iya, kayaknya kata Allah harus selalu huruf besar, bukannya?
Iya kak, edited and noted wkwk makasih banyak krisannya
Hapusitu kisah di tahun 2016 kak hihihihi
Bagus bgt. Ngayal klo ada yg bikin puisi buat aku 😄. Tp kayanya lbh tepat baris "hatinya lembut" diganti dg "hatimu lembut".
BalasHapusNgode mau dibikinin puisi nih wkwk :P
Hapussuka berpuisi ya mbak?
BalasHapusbangett kak hehehehe
HapusBagus puisinya, aku jadi pengen bisa bukin puisi 😄 aku pandai bikin puisi
BalasHapuswah siappp, makasih kak
HapusBagus kak puisinyaa, awak tuh bahasa mana ya kak? Penasaran wkwk 😂
BalasHapusMelayu kak. initu efek abis baca novelnya bang Terre :((
HapusKenapa orang lain puisinya enak? Kalau saya puisinya selalu hancur.
BalasHapuspuisi yg hancur tetap seni kak wkwkwkwkwkwkkw
Hapusyuk semangat berproses di ODOP