Pada hari yg telah tinggal, saat itu Matahari tak segan-segan memancarkan sinarnya. Silau, cerah, bersamaan dengan hati yg membiru. Memaksa kaki untuk melangkah lebih jauh dari biasanya, sampai di titik dimana kaki berhenti melangkah. Lalu, terdengar sayup-sayup oleh telinga, teriakan angin kepada gedung-gedung yang menyesakkan paru-paru manusia, pada dasarnya kekuatan angin yg menerpa topeng manusia tidak seberapa, angin hanya lalu lalang yang melintas sejenak di pemikiran. Tapi tiupan angin topan mampu menyampaikan pesan dr sang Khalik;
Ùˆَعِبَادُ الرَّØْÙ…َÙ†ِ الَّذِينَ ÙŠَÙ…ْØ´ُونَ عَÙ„َÙ‰ الْØ£َرْضِ Ù‡َÙˆْÙ†ًا ÙˆَØ¥ِذَا Ø®َاطَبَÙ‡ُÙ…ُ الْجَاهِÙ„ُونَ Ù‚َالُوا سَÙ„َامً(Al-Furqan: 63)
"Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan"
Dunia literasi sekarang sangatlah mudah dijangkau, mudah juga untuk dipelajari, beda dengan jaman dahulu. Dahulu banyak orang pintar hany dengan membaca al-qur'an.
Maksudnya adalah pada jaman sekarang pintar dalam hal agama saja kurang. Dari alqur'an sudah dijelaskan kira-kira begini adanya. "Setidaknya kita harus bisa menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat"
Akhirat adalah urusan kita masing-masing hanya kepada Allah SWT. Sedangkan dunia kita berurusan dengan manusia. Bukankah kita diciptakan sebagai makhluk sosial? Bukankah kita akan lebih nyaman jika selain mengerti ilmu al-qur'an + ilmu duniawi ?
Tidak banyak memang yang mengerti dua-duanya. Tapi mari kita coba memulai dari hal yg sederhana. Dari mulai memandang orang lain, bukankah seharusnya kita harus bersikap rendah diri dan tidak sombong kepada orang lain?
Dan ketika disakiti? Haruskah kita membalasnya?
Tidak! Jangan membalas keburukan dengan keburukan juga. Allah SWT tidak menyukainya. Melainkan bersikaplah sebagai manusia yang berkelas. Jika di sakiti maka benarkanlah, apa yang membuatmu sakit. Kamu analisa sehingga kamu tau apa yang membuatmu sakit dan bagaimana cara mengobatinya dengan tanpa harus menimbulkan sakit-sakit hati yang lain. 😊
Tidak! Jangan membalas keburukan dengan keburukan juga. Allah SWT tidak menyukainya. Melainkan bersikaplah sebagai manusia yang berkelas. Jika di sakiti maka benarkanlah, apa yang membuatmu sakit. Kamu analisa sehingga kamu tau apa yang membuatmu sakit dan bagaimana cara mengobatinya dengan tanpa harus menimbulkan sakit-sakit hati yang lain. 😊

0 komentar:
Posting Komentar