Chapter 2 - My dreams and My love


 “ Andini, kamu lagi ngapain dikamar ? udah selesai shalat kan? “

Tiba-tiba ibuku memanggilku ketika aku sedang melamun dalam doaku dan aku menjawabnya dengan lembut.

“ Iya Ibu, Andini barusan shalat, ini masih memakai mukenah”
aku menjawabnya sambil melepas mukenah pink ku.

“ Setelah shalat langsung makan malam ya bareng sama keluarga “

Suara ibuku terdengar semangat dan terbenak dipikiranku

sama keluarga ? ayah sama kakak sudah pulang?

Daripada aku semakin penasaran aku langsung keluar ke kamar dan mengabaikan mukenahku yang masih tergeletak di kasur. Dan ternyata…

"Ayahhhh, Ibu ngga bilang-bilang kalau ayah udah pulang, begini kan aku jadi belum pesen oleh-oleh “ gerutuku.

Aku memeluk Ayahku, aku sangat merindunya.

Meja makan bundar yang diatasnya terdiri dari beberapa macam makanan yang menurutku ngga biasa dan kursi yang berwarna coklat menjadi saksi akan sangat rindunya aku kepada ayahku yang sudah berminggu-minggu pergi keluar kota untuk memenuhi tugas dari kantor dan kakakku memang sudah sering keluar dari rumah karena kuliah kakak ada di Jogja, aku sangat menyanyangi keluargaku.

“ Adinda adikku “

Lembut tapi menggelikan, kakak memang punya ciri khas untuk memanggilku, kakak memanggilku dengan sebutan nama pertama dari nama lengkapku yaitu Adinda Andini, 

Sedangkan aku memanggil kakak dengan panggilan biasa kakak yaitu kak Andi, kakakku punya tahilalat 2 di dahinya dan 1 di tangannya, kakak punya hidung yang mancung dan matanya yang sipit membuat kakak seperti artis yang dipanggul Justin Bieber, ditambah dengan warna kulitnya kakak yang putih tapi gaya rambut kakak sering seperti rambutnya orang ABRI jadi ketampanannya kakak seperti menjadi keahlian tersembunyi, 

Mungkin hanya orang-orang yang mencintainya dengan tulus seperti aku adikknya yang tau bahwa kakak adalah laki-laki tampan, andaikan aku bukan adikknya mungkin sudah aku ikat sama tali raffia agar kakak ngga bisa dimiliki oleh orang lain,


~eitss kakak adalah kakak kandungku so, engga mungkin.

 “ Adinda” panggil kakakku

“ eh iya kak ada apa? “ aku baru sadar aku habis bengong

“ jawab dong Din, masa kakak curhat gini ngga kamu respon “ protes kakak

“ hmm, maksutnya dari menghancurkan kakak apa kak” tanyaku lagi

“ nah gini Din, dia itu ingin kakak selalu ada untuknya, dia juga ingin hal-hal yang menurut kakak kekanak-kanakan, contohnya saja dia belikan kakak baju ini yang sekarang kakak pakai ini, itu sama persis dengan miliknya dia dan jika ada event dia selalu ingin mengenakan baju, dan kamu tau kan din kakak maluu ”

Jawab kakakku penjang lebar dan sangat Percaya Diri

“ kakak aku ngga begitu paham soal pacaran yang aku tau cinta itu indah dan menyenangkan meskipun itu hanya di dalam kalimat puitis kak” jawabku polos

“ Adinda, kakak bangga punya adik seperti Dinda, jangan terlalu ingin tau lebih tentang cinta cukup segitu saja pemahamanmu tentang cinta, dan kamu harus focus  menggali ilmu di pelajaran sekolah, ingat kamu harus jadi Adinda yang membanggakan, yaudah kakak ngga mau lanjutin curhatan kakak lagi dan ganggu konsen kamu belajar “ kakakku meyakinkanku.

“ iya kakak, aku tidur dulu ya “
“ iya Adinda, oyasuminasai “

Jawab kakak sambil jalan keluar dari kamarku



*oyasuminasai : adalah kata pengantar tidur dalam bahasa jepang yang berarti selamat tidur.

4 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. suka banget bacanya, serasa nyata

    BalasHapus
  3. ceritanya bagus, suka alurnya, tapi kayaknya perlu banyak yang di edit ya? ^^ Biar yang baca juga makin asik.. ditunggu next nya

    BalasHapus