“ Andini, kamu lagi ngapain dikamar ? udah
selesai shalat kan? “
Tiba-tiba ibuku memanggilku ketika
aku sedang melamun dalam doaku dan aku menjawabnya dengan lembut.
“ Iya Ibu, Andini barusan shalat,
ini masih memakai mukenah”
aku menjawabnya sambil melepas
mukenah pink ku.
“ Setelah shalat langsung makan
malam ya bareng sama keluarga “
Suara ibuku terdengar semangat dan
terbenak dipikiranku
sama keluarga ?
ayah sama kakak sudah pulang?
Daripada aku semakin penasaran aku langsung
keluar ke kamar dan mengabaikan mukenahku yang masih tergeletak di kasur. Dan
ternyata…
"Ayahhhh, Ibu ngga bilang-bilang kalau
ayah udah pulang, begini kan aku jadi belum pesen oleh-oleh “ gerutuku.
Aku memeluk Ayahku, aku
sangat merindunya.
Meja makan bundar yang diatasnya
terdiri dari beberapa macam makanan yang menurutku ngga biasa dan kursi
yang berwarna coklat menjadi saksi akan sangat rindunya aku kepada ayahku yang
sudah berminggu-minggu pergi keluar kota untuk memenuhi tugas dari kantor dan
kakakku memang sudah sering keluar dari rumah karena kuliah kakak ada di Jogja, aku sangat menyanyangi keluargaku.
“ Adinda adikku “
Lembut tapi menggelikan, kakak
memang punya ciri khas untuk memanggilku, kakak memanggilku dengan sebutan
nama pertama dari nama lengkapku yaitu Adinda Andini,
Sedangkan aku memanggil
kakak dengan panggilan biasa kakak yaitu kak Andi, kakakku punya tahilalat 2 di
dahinya dan 1 di tangannya, kakak punya hidung yang mancung dan matanya yang
sipit membuat kakak seperti artis yang dipanggul Justin Bieber, ditambah
dengan warna kulitnya kakak yang putih tapi gaya rambut kakak sering seperti
rambutnya orang ABRI jadi ketampanannya kakak seperti menjadi keahlian
tersembunyi,
Mungkin hanya orang-orang yang mencintainya dengan tulus seperti
aku adikknya yang tau bahwa kakak adalah laki-laki tampan, andaikan aku bukan
adikknya mungkin sudah aku ikat sama tali raffia agar kakak ngga bisa dimiliki
oleh orang lain,
~eitss kakak
adalah kakak kandungku so, engga mungkin.
“ Adinda” panggil kakakku
“ eh iya kak ada apa? “ aku baru
sadar aku habis bengong
“ jawab dong Din, masa kakak curhat
gini ngga kamu respon “ protes kakak
“ hmm, maksutnya dari menghancurkan
kakak apa kak” tanyaku lagi
“ nah gini Din, dia itu ingin kakak
selalu ada untuknya, dia juga ingin hal-hal yang menurut kakak kekanak-kanakan,
contohnya saja dia belikan kakak baju ini yang sekarang kakak pakai ini, itu sama
persis dengan miliknya dia dan jika ada event dia selalu ingin mengenakan baju,
dan kamu tau kan din kakak maluu ”
Jawab kakakku penjang lebar dan
sangat Percaya Diri
“ kakak aku ngga begitu paham soal
pacaran yang aku tau cinta itu indah dan menyenangkan meskipun itu hanya di
dalam kalimat puitis kak” jawabku polos
“ Adinda, kakak bangga punya adik
seperti Dinda, jangan terlalu ingin tau lebih tentang cinta cukup segitu saja
pemahamanmu tentang cinta, dan kamu harus focus
menggali ilmu di pelajaran sekolah, ingat kamu harus jadi Adinda yang
membanggakan, yaudah kakak ngga mau lanjutin curhatan kakak lagi dan ganggu
konsen kamu belajar “ kakakku meyakinkanku.
“ iya kakak, aku tidur dulu ya “
“ iya Adinda, oyasuminasai “
Jawab kakak sambil jalan keluar dari
kamarku
*oyasuminasai : adalah kata
pengantar tidur dalam bahasa jepang yang berarti selamat tidur.

ditunggu kelanjutan ceritanya
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapussuka banget bacanya, serasa nyata
BalasHapusceritanya bagus, suka alurnya, tapi kayaknya perlu banyak yang di edit ya? ^^ Biar yang baca juga makin asik.. ditunggu next nya
BalasHapus