Garis melengkung disebuah lembah bersudut
Hangat baknya embun di ufuk timur
Pena hitam bertasbih lirih
Indah baknya cahaya dipucuk angkasa
Menggema megah sapu kematian
Datar sampai hati bernada tahmid
Langkah kaki batinnya berteriak lemah
Dimana embun itu menguap?
Dimana cahaya itu menggelap?
Bukan hanya batu karang yang tersapu
Nafas pun hilang tanpa jejak
Hati terasa mati nan gelap
Remukan tulang sendi serasa ingin tabah
Aku cemburu akan surganya nostalgia
Dari air yang jatuh dari mata
0 komentar:
Posting Komentar