Awal yang Indah dari Akhir yang Pedih





Aku adalah air
Aku akan menununtunmu dalam badai
Membelaimu dalam ombak
Menyentuhmu dengan hujan
Yang takkan pernah terabaikan olehmu

                                                                                    
Bahkan mataharipun tak mampu memancarkan sinar terlebih olehmu
Sambutan pagi takkan bisa mengubahmu
Mengubahku menjadi yang lebih angkuh
Takkan pernah ku menghianatimu
Jantung ini taruhannya

Bila nafas ini adalah permintaan maaf
Maka ketahuilah
Aku takan pernah bisa bernafas dalam waktu panjang
Kasihmu adalah jantungku
Yang tak tetap bedetak meski dalam lelapku

Ketahuilah,
Perih ini adalah kekuatanku
Untuk tetap mencintaimu
Mungkin hanya fajar yang tahu
Dan mungkin hanya sinar-Nyalah yang abadi
Abadi untuk tetap dalam lubuk ini

Pedih pudar melihatmu bersamanya
Jeritan ini ditahan oleh luka
Luka yang hanya sebesar jantung manusia
Kelak aku akan berdiri diatas samudra
Melihatmu tersenyum dalam pagi
Melihatmu bahagia dengan
Orang yang sangat tidak kuharapkan kehadirannya
Tapi mugkin satu tegasan bagiku
Kau memang tercipta tidak untuk bertahan demiku

Bila esok adalah kesempatan
Aku ingin melihatmu, sekali lagi
Hanya melihat rupa elokmu
Hanya itu,, 
Terlalu serakahkah jati ini ?

Kasih yang terjaga dalam lubuk ini
Akan senantiasa menyertaimu
Walau angkuh yang hanya kau dapat
Mungkin takdir mulai berbicara

8 komentar:

  1. Pedih memang, aku juga tak bisa membayangkan saat dia bersama orang yg sama sekali tidak aku harapkan

    BalasHapus
  2. ada typo dikit, baris kedua mungkin menuntunmu ya mb? hihi..maaf belajar krisan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Edited & noted.
      makasih banyak kak krisannya hehehe

      Hapus
  3. Assalamu'alaikum, pedih ya ka? :')
    Tidak ada pedih sekarang, besok besok dia sembuh sudah.

    Ini puisinya dalem yah? Terluka tapi mencoba meng-ikhlaskan. Semoga selalu diberi yang terbaik ya!

    Ada beberapa typo yang saya temukan
    >> takan -> takkan
    >> bedetak -> berdetak
    >> diatas -> di atas
    >> jati -> hat

    Selebihnya saya tidak bisa komen banyak. karena puisi ini memang salah satu kebebasan dalam mengungkapkan rasa.

    Keren ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduuuuu, terimakasih banyak kak krisannya

      Keren juga kakak nih..

      Hapus